"Bunda, gendong..."
Kalimat ini mungkin sudah menjadi bagian dari keseharian banyak orang tua, terutama yang memiliki anak usia balita. Bahkan tak jarang, anak meminta digendong padahal ia sebenarnya sudah bisa berjalan atau berlari sendiri.
Situasi ini sering membuat orang tua bingung. Di satu sisi ingin memenuhi kebutuhan anak, tetapi di sisi lain khawatir kebiasaan tersebut membuat anak menjadi manja dan terlalu bergantung.
Namun, benarkah anak yang sering minta digendong berarti manja?
Menurut psikologi perkembangan anak, jawabannya belum tentu. Justru dalam banyak kasus, keinginan untuk digendong merupakan bagian normal dari proses tumbuh kembang anak.
Bagi orang dewasa, digendong mungkin hanya terlihat sebagai aktivitas fisik. Namun bagi anak, digendong memiliki makna yang jauh lebih besar.
Saat berada dalam pelukan orang tua, anak merasa:
Kontak fisik seperti pelukan dan gendongan membantu anak merasa tenang ketika menghadapi berbagai situasi baru atau menantang.
Karena itulah, permintaan untuk digendong sering kali bukan karena malas berjalan, melainkan karena anak sedang mencari rasa aman.
Dalam psikologi perkembangan, terdapat konsep yang disebut attachment atau ikatan emosional antara anak dan pengasuhnya.
Ikatan ini mulai terbentuk sejak bayi dan menjadi fondasi penting bagi perkembangan sosial serta emosional anak di masa depan.
Ketika anak meminta digendong, ia sebenarnya sedang mencari kedekatan dengan figur yang membuatnya merasa aman.
Kabar baiknya, attachment yang kuat justru dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan mandiri di kemudian hari.
Terkadang anak meminta digendong setelah menjalani hari yang cukup melelahkan.
Misalnya setelah bermain seharian, berada di tempat ramai, atau mengikuti banyak aktivitas.
Ketika tubuh dan pikirannya mulai lelah, anak membutuhkan "tempat aman" untuk mengisi kembali energinya. Bagi banyak anak, tempat itu adalah pelukan orang tua.
Perubahan kecil yang terlihat sepele bagi orang dewasa bisa terasa besar bagi anak.
Contohnya:
Dalam masa transisi seperti ini, anak mungkin menjadi lebih sering mencari kedekatan fisik sebagai bentuk penyesuaian diri.
Balita belum memiliki kemampuan yang matang untuk mengungkapkan perasaan mereka dengan kata-kata.
Saat merasa takut, sedih, cemas, atau tidak nyaman, mereka sering kali menunjukkan kebutuhannya melalui perilaku, salah satunya dengan meminta digendong.
Alih-alih mengatakan, "Aku sedang cemas," anak lebih mungkin berkata, "Gendong."
Di tengah kesibukan sehari-hari, terkadang anak merasa perlu mendapatkan perhatian penuh dari Ayah atau Bunda.
Meminta digendong menjadi salah satu cara yang paling efektif bagi mereka untuk mendapatkan koneksi tersebut.
Hal ini tidak selalu berarti anak kekurangan perhatian, tetapi bisa menjadi tanda bahwa ia sedang membutuhkan waktu berkualitas bersama orang tuanya.
Secara umum, kebiasaan meminta digendong adalah hal yang normal pada anak usia dini.
Namun, orang tua dapat berkonsultasi dengan tenaga profesional jika:
Ini adalah salah satu mitos yang masih sering dipercaya.
Faktanya, banyak penelitian menunjukkan bahwa anak yang kebutuhan emosionalnya terpenuhi justru memiliki rasa aman yang lebih kuat untuk mengeksplorasi dunia di sekitarnya.
Ketika anak tahu bahwa orang tuanya akan selalu hadir saat dibutuhkan, ia cenderung lebih percaya diri untuk mencoba hal-hal baru.
Dengan kata lain, memberikan pelukan atau gendongan saat anak membutuhkannya bukan berarti memanjakan, melainkan membantu membangun rasa aman yang sehat.
Sebelum langsung menolak, coba pahami apa yang sedang dirasakan anak.
Apakah ia lelah? Sedih? Takut? Atau hanya ingin merasa dekat dengan orang tua?
Pelukan, duduk bersama, atau menggenggam tangan bisa menjadi alternatif selain menggendong.
Kadang yang dibutuhkan anak bukan gendongan itu sendiri, melainkan perhatian penuh dari orang tua.
Bermain bersama, membaca buku, atau mengobrol dapat membantu memenuhi kebutuhan emosional tersebut.
Jika anak sudah cukup besar, orang tua bisa mengajaknya berjalan sendiri sambil tetap memberikan dukungan emosional.
Misalnya dengan berkata:
"Bunda temani ya, kita jalan bareng sampai sana."
Selain di rumah, anak juga membutuhkan lingkungan yang membuatnya merasa nyaman dan aman untuk bereksplorasi.
Di MainStory Daycare, setiap anak mendapatkan pendampingan dari pengasuh yang memahami kebutuhan emosional serta tahapan perkembangan mereka. Dengan suasana yang hangat dan penuh perhatian, anak dapat membangun rasa percaya diri sekaligus belajar menjadi lebih mandiri sesuai usianya.
Anak yang sering minta digendong tidak selalu berarti manja. Dalam banyak kasus, perilaku ini merupakan cara anak mencari rasa aman, kenyamanan, dan koneksi dengan orang yang ia percayai.
Dengan memahami alasan di balik perilaku tersebut, orang tua dapat merespons dengan lebih tenang dan tepat. Karena bagi anak, pelukan dan kedekatan bukan sekadar kebiasaan, melainkan bagian penting dari proses tumbuh kembangnya.
Pada akhirnya, anak tidak akan selamanya meminta digendong. Namun rasa aman yang ia rasakan dari pelukan orang tuanya dapat menjadi bekal berharga untuk tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri di masa depan.