Anak Belum Bicara Umur 2 Tahun? Langkah Awal yang Bisa Dilakukan
- Pada usia 2 tahun, menggabungkan sedikitnya dua kata adalah salah satu tonggak bahasa; milestone bukan diagnosis.[2]
- Sampaikan kekhawatiran tanpa menunggu bila ada tonggak yang belum tampak atau kemampuan yang hilang.[2]
- Catat contoh kata, gestur, pemahaman, respons terhadap suara, dan bahasa yang digunakan di rumah untuk dibawa saat konsultasi.[4]
- Tanyakan apakah skrining perkembangan, pemeriksaan pendengaran, atau evaluasi bicara-bahasa perlu dipertimbangkan.[2][4]
Anak Belum Bicara Umur 2 Tahun? Langkah Awal yang Bisa Dilakukan
Melihat anak sebaya mulai merangkai kata bisa membuat orang tua bertanya-tanya apakah perkembangan bicara anaknya baik-baik saja. Anda boleh menyampaikan kekhawatiran sekarang—tanpa mencoba mendiagnosis sendiri atau menunggu sampai ada kepastian di rumah.[2] Panduan ini membantu menyiapkan contoh komunikasi dan pertanyaan untuk tenaga kesehatan.
Apa arti “belum bicara” pada usia 2 tahun?
“Belum bicara” dapat berarti anak belum memakai kata, memakai kata tetapi belum menggabungkannya, atau berbicara tetapi sulit dipahami. Jelaskan contoh yang benar-benar Anda lihat, bukan hanya label “terlambat”.[4]
CDC mencantumkan kemampuan menggabungkan sedikitnya dua kata, misalnya “mau susu”, sebagai salah satu tonggak bahasa yang umumnya dicapai pada usia 2 tahun.[2] Tonggak perkembangan membantu pemantauan, tetapi bukan diagnosis atau pengganti alat skrining perkembangan yang tervalidasi.[2] Satu kemampuan yang belum terlihat tidak cukup untuk menentukan penyebab; penilaian dilakukan oleh tenaga kesehatan.[2][4]
Kapan sebaiknya mencari penilaian?
Hubungi dokter anak atau tenaga kesehatan yang memantau tumbuh kembang bila Anda khawatir anak belum mulai merangkai kata, atau bila ada kemampuan yang hilang setelah sebelumnya muncul.[2] Sampaikan kekhawatiran dan tanyakan apakah anak perlu skrining perkembangan atau evaluasi lebih lanjut.[2][4] CDC menganjurkan orang tua bertindak lebih awal dan berbicara dengan dokter bila tonggak belum tercapai, ada keterampilan yang hilang, atau ada kekhawatiran lain.[2]
Anda tidak perlu mengumpulkan catatan selama beberapa minggu sebelum membuat janji bila Anda sudah khawatir.[2] Catatan singkat dapat membantu percakapan, tetapi bukan syarat untuk konsultasi dan bukan pengganti skrining oleh tenaga terlatih.[2][4]
Catat contoh komunikasi, bukan nilai atau jumlah saja
Selama rutinitas biasa, tulis beberapa contoh konkret yang membantu tenaga kesehatan memahami cara anak berkomunikasi.[4] Misalnya:
- kata atau gabungan kata yang dipakai spontan, dan dalam situasi apa;
- cara anak meminta, menolak, menunjuk, menunjukkan benda, atau menarik perhatian Anda;
- apakah ia tampak memahami instruksi sederhana yang biasa digunakan keluarga;
- bagaimana ia merespons suara dan saat namanya dipanggil;
- bahasa-bahasa yang didengar dan digunakan anak di rumah, serta dengan siapa;
- kemampuan yang pernah muncul lalu berhenti terlihat.
Catat juga apa yang anak sudah lakukan dengan baik.[4] Penilaian komunikasi dapat mempertimbangkan pemahaman, gestur, interaksi, riwayat bahasa, dan perkembangan lain—bukan hanya jumlah kata.[4] ASHA menjelaskan bahwa skrining dapat melibatkan kekhawatiran orang tua atau pengasuh, pengamatan komunikasi, dan pemeriksaan pendengaran.[4] Pengamatan rumah membantu Anda memberi contoh; jangan mengubahnya menjadi tes berulang.[4]
Apa yang dapat ditanyakan saat konsultasi?
Bawa catatan singkat bila ada, lalu tanyakan:
- “Apakah contoh komunikasi anak saya perlu ditindaklanjuti dengan skrining perkembangan?”
- “Apakah pemeriksaan pendengaran atau evaluasi bicara-bahasa perlu dipertimbangkan?”
- “Siapa yang sebaiknya kami temui berikutnya, dan bagaimana alur rujukannya di tempat kami?”
- “Apa yang perlu kami amati atau lakukan di rumah sambil menunggu penilaian?”
Masalah pendengaran dapat menjadi salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan saat menilai perkembangan bahasa.[4] ASHA memasukkan skrining pendengaran sebagai salah satu bagian yang dapat dipertimbangkan dalam proses skrining bahasa.[4] Tenaga kesehatan akan menentukan apakah anak memerlukan pemantauan, pemeriksaan pendengaran, skrining perkembangan, atau evaluasi bicara-bahasa.[2][4]
Jika anak memakai lebih dari satu bahasa
Sampaikan semua bahasa yang digunakan anak, kapan ia mulai mendengarnya, dan dengan siapa ia biasanya berkomunikasi.[4] Jangan menghentikan salah satu bahasa keluarga hanya karena khawatir anak memakai dua bahasa.[4] ASHA menyatakan bilingualisme belum terbukti menghambat perkembangan bahasa atau hasil terapi pada anak dengan gangguan bahasa.[4] Ceritakan contoh kata dan frasa di seluruh bahasa yang digunakan, bukan hanya dalam satu bahasa.[4]
Cara mendukung komunikasi sehari-hari
Sambil mengatur konsultasi, ajak anak berkomunikasi dalam kegiatan yang menyenangkan dan tidak menekan.[2][4] Ikuti minatnya, beri jeda agar ia sempat merespons lewat kata, bunyi, tatapan, atau gestur, lalu tanggapi maknanya.[4] Jika anak berkata “bola”, Anda bisa menambahkan “bola merah” tanpa memaksa anak menirukan.[2] CDC menyarankan orang tua membantu anak belajar bunyi kata dengan mengulang dan memperluas ucapan yang belum jelas.[2] Membaca bersama, berbicara tentang benda yang sedang dilihat, dan mengikuti minat anak memberi kesempatan untuk berinteraksi.[2][4]
Gunakan bahasa yang terasa alami bagi keluarga dan puji upaya anak untuk berkomunikasi.[2][4] Kegiatan di rumah memberi kesempatan berinteraksi, tetapi tidak menggantikan penilaian bila ada kekhawatiran.[2][4] Hindari menyalahkan anak, membandingkannya dengan saudara, atau menjanjikan bahwa ia pasti akan “mengejar” tanpa pemeriksaan.[2][4]
Yang perlu diingat
Belum banyak bicara pada usia dua tahun bukan diagnosis dan tidak menjelaskan penyebabnya.[2][4] Namun, kekhawatiran orang tua layak dibicarakan sekarang, terutama bila anak belum menggabungkan dua kata atau kehilangan kemampuan yang pernah dimiliki.[2] Catat contoh komunikasi, sampaikan seluruh bahasa yang dipakai anak, dan tanyakan kepada tenaga kesehatan tentang skrining perkembangan, pendengaran, serta evaluasi bicara-bahasa yang sesuai.[2][4]
Sources
[2] https://www.cdc.gov/act-early/milestones/2-years.html — CDC — Milestones by 2 Years [4] https://www.asha.org/practice-portal/clinical-topics/late-language-emergence — ASHA — Late Language Emergence
Kapan perlu konsultasi
- Orang tua khawatir anak belum menggabungkan dua kata atau komunikasi tampak terbatas pada usia 24 bulan.
- Anak kehilangan kemampuan bicara, sosial, atau keterampilan lain yang sebelumnya sudah dimiliki.
- Ada kekhawatiran tentang respons anak terhadap suara atau pemahaman bahasa; tanyakan apakah pemeriksaan pendengaran atau evaluasi lebih lanjut tepat.
Tanda di atas bukan diagnosis. Ini sinyal untuk ngobrol dengan tenaga profesional supaya si kecil dapat dukungan lebih awal.
Pertanyaan yang sering diajukan
Tidak. CDC mencantumkan gabungan sedikitnya dua kata sebagai salah satu tonggak usia 2 tahun; tonggak bukan diagnosis. Sampaikan kekhawatiran kepada tenaga kesehatan.[2]
Tidak perlu menunggu berminggu-minggu untuk membuktikan kekhawatiran. Hubungi tenaga kesehatan, terutama bila kemampuan yang pernah ada menghilang.[2]
Tidak perlu menghentikan bahasa keluarga. ASHA menyatakan bilingualisme belum terbukti menghambat perkembangan bahasa; sampaikan semua bahasa anak kepada tenaga yang menilai.[4]
Tanyakan apakah perlu skrining perkembangan, pemeriksaan pendengaran, atau evaluasi bicara-bahasa. Tenaga kesehatan akan menentukan langkah yang sesuai.[2][4]
