Anak Sulit Lepas dari Gadget? Coba Ganti dengan Aktivitas Sensorik Ini

Ditulis oleh Alana

18 Juni 2026

Anak Sulit Lepas dari Gadget? Coba Ganti dengan Aktivitas Sensorik Ini

"Sebentar lagi ya..."

Kalimat ini mungkin sering terdengar saat Parents meminta si kecil berhenti menonton video atau bermain gadget. Awalnya hanya beberapa menit, tetapi tanpa disadari screen time bisa bertambah semakin lama setiap harinya.

Di era digital, gadget memang bisa menjadi alat bantu yang praktis. Namun jika digunakan berlebihan, anak bisa menjadi kurang aktif bergerak, kurang berinteraksi dengan lingkungan sekitar, hingga kehilangan kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai pengalaman yang penting bagi tumbuh kembangnya.

Kabar baiknya, ada banyak aktivitas menarik yang bisa menjadi alternatif gadget, salah satunya adalah aktivitas sensorik atau sensory play.

Apa Itu Aktivitas Sensorik?

Aktivitas sensorik adalah kegiatan yang melibatkan panca indera anak, seperti sentuhan, penglihatan, pendengaran, penciuman, dan keseimbangan tubuh.

Melalui aktivitas ini, anak belajar mengenali dunia di sekitarnya secara langsung melalui pengalaman nyata, bukan hanya melalui layar.

Selain menyenangkan, sensory play juga membantu mengembangkan:

  • Kemampuan motorik halus dan kasar.
  • Konsentrasi.
  • Kreativitas.
  • Kemampuan memecahkan masalah.
  • Perkembangan bahasa dan komunikasi.
  • Regulasi emosi.

Karena itulah aktivitas sensorik sering menjadi bagian penting dalam berbagai program stimulasi anak usia dini.

Mengapa Anak Lebih Sulit Lepas dari Gadget?

Gadget memberikan stimulasi yang cepat dan instan.

Warna yang cerah, suara yang menarik, serta perpindahan gambar yang cepat membuat otak anak terus mendapatkan rangsangan dalam waktu singkat.

Sementara itu, aktivitas di dunia nyata membutuhkan proses eksplorasi yang lebih lambat.

Akibatnya, beberapa anak menjadi lebih mudah bosan ketika tidak memegang gadget.

Namun dengan aktivitas yang tepat dan pendampingan yang konsisten, anak tetap bisa menikmati permainan tanpa layar yang tidak kalah seru.

5 Aktivitas Sensorik yang Bisa Dicoba di Rumah

1. Bermain Air

Aktivitas sederhana seperti memindahkan air menggunakan gelas, sendok, atau wadah kecil dapat memberikan pengalaman sensorik yang menyenangkan.

Selain melatih koordinasi tangan, aktivitas ini juga membantu anak belajar fokus dan bereksplorasi.

2. Bermain Pasir atau Kinetic Sand

Tekstur pasir yang unik memberikan stimulasi pada indera peraba anak.

Mereka bisa membentuk berbagai objek, menggali, atau membuat bangunan sederhana sambil mengembangkan kreativitas.

3. Mencampur Warna

Parents dapat mengajak anak bereksperimen menggunakan cat yang aman untuk anak.

Melihat dua warna berubah menjadi warna baru sering kali menjadi pengalaman yang menarik sekaligus edukatif bagi si kecil.

4. Sensory Bin

Sensory bin adalah wadah berisi berbagai benda dengan tekstur berbeda seperti beras, kacang-kacangan, kapas, pom-pom, atau mainan kecil.

Anak dapat meraba, mengambil, menyortir, dan mengeksplorasi berbagai benda yang ada di dalamnya.

5. Bermain dengan Adonan

Playdough atau adonan buatan sendiri dapat membantu melatih motorik halus sekaligus kreativitas anak.

Mereka bisa membentuk huruf, angka, hewan, atau berbagai objek sesuai imajinasinya.

Kunci Utamanya: Anak Membutuhkan Teman Bermain dan Pendamping

Salah satu alasan anak lebih memilih gadget adalah karena gadget selalu tersedia kapan saja.

Sebaliknya, aktivitas bermain sering membutuhkan teman, interaksi, dan pendampingan.

Saat anak diajak bermain bersama seseorang yang aktif berinteraksi, bercerita, dan memberikan tantangan baru, ketertarikan terhadap gadget biasanya akan berkurang secara alami.

Karena itu, mengurangi screen time tidak cukup hanya dengan melarang penggunaan gadget. Anak juga perlu diberikan aktivitas yang menarik dan seseorang yang dapat menemani proses bermainnya.

Bagaimana Jika Orang Tua Memiliki Aktivitas yang Padat?

Ini adalah tantangan yang banyak dialami keluarga modern saat ini.

Di tengah pekerjaan, urusan rumah tangga, dan berbagai tanggung jawab lainnya, tidak selalu mudah bagi orang tua untuk mendampingi anak bermain sepanjang hari.

Padahal, anak tetap membutuhkan aktivitas yang terarah, stimulasi yang sesuai usia, serta interaksi yang berkualitas.

Di sinilah peran pengasuh atau pendamping anak yang memahami tumbuh kembang anak menjadi sangat penting.

HomeCare: Membantu Anak Tetap Aktif Tanpa Bergantung pada Gadget

Banyak orang tua memilih memberikan gadget karena dianggap cara paling praktis untuk membuat anak tenang saat di rumah.

Namun sebenarnya, anak dapat tetap aktif, terhibur, dan belajar tanpa harus bergantung pada layar jika mendapatkan pendampingan yang tepat.

Melalui layanan HomeCare MainStory, si kecil didampingi oleh Sus terlatih yang tidak hanya menjaga anak, tetapi juga mengajak mereka melakukan berbagai aktivitas bermain dan stimulasi sesuai usia.

Mulai dari membaca buku bersama, bermain sensorik, aktivitas kreatif, hingga permainan edukatif yang membantu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Dengan begitu, waktu anak di rumah menjadi lebih bermakna, sementara Parents dapat beraktivitas dengan lebih tenang.

Penutup

Mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget bukanlah proses yang instan. Namun dengan menyediakan aktivitas yang menarik, pengalaman bermain yang menyenangkan, dan pendampingan yang tepat, anak dapat menemukan keseruan baru di luar layar.

Karena pada akhirnya, pengalaman menyentuh, merasakan, bergerak, dan berinteraksi secara langsung adalah bagian penting dari proses belajar anak yang tidak bisa digantikan oleh gadget.

Jadi, daripada terus menambah screen time, yuk mulai kenalkan si kecil pada berbagai aktivitas sensorik yang seru dan bermanfaat untuk tumbuh kembangnya.

Rekomendasi Artikel Lainnya

Yuk

Daftar ke

MainStory Logo