Banyak orang tua merasa khawatir ketika anak sudah lancar menyebut angka 1, 2, dan 3, namun tampak berhenti atau ragu melanjutkan ke angka berikutnya. Padahal, kondisi ini termasuk hal yang normal dalam tahap perkembangan anak usia toddler.
Di usia ini, anak masih berada pada fase menghafal urutan angka, belum sepenuhnya memahami makna jumlah dan konsep matematika di balik angka tersebut. Tidak heran jika anak lebih mudah mengingat angka yang sering ia temui dalam lagu, mainan, atau aktivitas sehari-hari, lalu berhenti di angka tertentu yang paling familiar.
Yang terpenting, orang tua tidak perlu terburu-buru atau memaksakan anak untuk langsung menguasai banyak angka. Proses belajar menghitung akan berkembang secara bertahap seiring stimulasi yang konsisten dan menyenangkan.
Agar anak lebih nyaman dan tertarik belajar berhitung, orang tua bisa mencoba beberapa cara sederhana berikut:
1. Libatkan dalam aktivitas sehari-hari
Menghitung tidak harus selalu dilakukan dengan buku atau kartu angka. Ajak anak menghitung langkah saat naik tangga, jumlah tepukan tangan, atau benda di sekitarnya seperti mainan dan buah.
2. Manfaatkan jari saat berhitung
Menggunakan jari membantu anak mengaitkan angka dengan jumlah nyata. Cara ini memudahkan anak memahami konsep “berapa banyak” secara visual dan konkret.
3. Variasikan cara berhitung
Selain menghitung maju, orang tua bisa mengajak anak menghitung mundur, misalnya dari 10 ke 1. Variasi ini membantu anak mengenal urutan angka dari sudut pandang yang berbeda.
4. Kenalkan bahasa matematika sederhana
Gunakan kata-kata seperti “lebih banyak”, “lebih sedikit”, “habis”, atau “tinggal satu” dalam percakapan sehari-hari. Bahasa matematika sederhana membantu anak memahami konsep jumlah tanpa terasa seperti sedang belajar.
Dengan pendekatan yang tepat dan suasana belajar yang menyenangkan, kemampuan berhitung anak akan berkembang secara alami sesuai tahap usianya. Yang terpenting, jadikan proses belajar sebagai pengalaman positif agar anak tumbuh dengan rasa percaya diri.