Berdasarkan riset internal MainStory, 54,7% parents — yang mayoritas adalah ibu — mengaku dapat kembali bekerja atau tidak jadi berhenti bekerja karena mendapatkan dukungan pengasuhan.
Angka ini bukan sekadar statistik.
Di baliknya, ada ribuan keputusan besar dalam hidup seorang ibu.
Keputusan untuk:
Banyak ibu menghadapi dilema yang sama:
Harus memilih antara tetap bekerja atau fokus penuh mengasuh anak.
Kurangnya sistem dukungan pengasuhan yang aman, terpercaya, dan terstruktur sering kali membuat ibu akhirnya memutuskan berhenti bekerja — bukan karena ingin, tetapi karena keadaan.
Padahal, ketika ibu berhenti bekerja secara terpaksa, dampaknya tidak hanya pada finansial keluarga, tetapi juga pada:
Dukungan pengasuhan yang tepat bukan hanya tentang “ada yang menjaga anak”.
Lebih dari itu, orang tua membutuhkan:
Ketika sistem ini tersedia, orang tua — khususnya ibu — bisa bekerja dengan lebih tenang dan fokus.
Dan ketenangan itu berdampak langsung pada:
Ketika 54,7% ibu bisa kembali bekerja, dampaknya tidak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga masyarakat.
Artinya:
Ini adalah bentuk nyata dukungan terhadap:
Di balik setiap ibu yang bisa kembali bekerja, ada satu hal yang sama:
Rasa percaya.
Percaya bahwa anaknya aman.
Percaya bahwa tumbuh kembangnya terarah.
Percaya bahwa ia tidak sendirian menjalani peran sebagai orang tua.
Karena pada akhirnya, pengasuhan bukan tentang menggantikan peran orang tua —tetapi tentang mendukung mereka agar tetap bisa menjadi versi terbaik dirinya.
Dan ketika orang tua bertumbuh, anak pun ikut bertumbuh.