Dilema Parents Perantau: Kerja 9 to 5, Tapi Pikiran Selalu di Anak

Ditulis oleh Arga Pratama

01 April 2026

Dilema Parents Perantau: Kerja 9 to 5, Tapi Pikiran Selalu di Anak

Menjadi orang tua perantau bukan hal yang mudah. Di satu sisi, ada tanggung jawab pekerjaan yang harus dijalani setiap hari. Di sisi lain, ada anak yang tetap membutuhkan perhatian, kehadiran, dan rasa aman.

Banyak orang tua berpikir bahwa yang melelahkan adalah pekerjaan. Meeting yang padat, deadline yang datang bertubi-tubi, atau dinamika kantor yang tidak selalu mudah.

Namun kenyataannya, yang seringkali lebih menguras energi justru adalah rasa khawatir yang terus muncul tentang anak.

Di tengah aktivitas kerja, pikiran itu selalu muncul tanpa diminta.

“Si kecil sudah makan belum ya?”

“Sudah mandi belum?”

“Rewel nggak ya hari ini?”

Pertanyaan-pertanyaan sederhana, tapi cukup untuk membuat fokus terpecah sepanjang hari.

Ketika Jarak Membuat Semua Terasa Lebih Berat

Bagi parents perantau, tidak adanya keluarga terdekat seringkali membuat semuanya terasa lebih menantang.

Tidak ada yang bisa dimintai tolong secara spontan. Tidak ada “backup” saat kondisi darurat. Semua harus diatur sendiri.

Di titik ini, banyak orang tua mulai menyadari bahwa mereka tidak bisa menjalani semuanya sendirian.

Bukan karena tidak mampu, tetapi karena membesarkan anak memang membutuhkan support system.

Daycare Bukan Lagi Pilihan Cadangan

Dulu, daycare sering dianggap sebagai opsi terakhir.

Namun kini, terutama bagi parents perantau, daycare justru menjadi solusi paling realistis.

Bukan sekadar tempat menitipkan anak, tetapi tempat anak tetap mendapatkan:

  • Rutinitas harian yang terstruktur
  • Stimulasi melalui aktivitas bermain dan belajar
  • Lingkungan yang aman dan terpantau

Dengan sistem yang tepat, daycare bisa menjadi ruang di mana anak tetap tumbuh dengan optimal, meskipun orang tua sedang bekerja.

Lebih dari itu, daycare juga membantu orang tua untuk menjalani hari dengan lebih tenang.

Rasa Bersalah Itu Nyata, Tapi Kamu Tidak Sendirian

Tidak sedikit orang tua yang merasa bersalah saat harus meninggalkan anak untuk bekerja.

Perasaan seperti:

  • “Aku kurang hadir ya?”
  • “Harusnya aku bisa lebih banyak waktu sama anak”

Sering muncul, bahkan pada orang tua yang sudah melakukan yang terbaik.

Namun penting untuk diingat, perasaan ini sangat wajar.

Banyak parents di luar sana yang sedang berjuang melakukan dua hal besar sekaligus:

👉 membangun masa depan keluarga

👉 memastikan anak tetap tumbuh dengan baik

Dan itu bukan hal yang mudah.

Peran Support System yang Membuat Semuanya Lebih Ringan

Di perjalanan ini, support system bukan lagi sekadar bantuan tambahan, tapi menjadi kebutuhan.

Dengan support system yang tepat, orang tua bisa:

  • Lebih fokus saat bekerja
  • Lebih tenang menjalani hari
  • Lebih hadir secara emosional saat bersama anak

Salah satu bentuk support system yang kini semakin relevan adalah daycare dan homecare yang terintegrasi dengan teknologi.

Lebih Tenang dengan Sistem yang Terhubung

Di era digital, orang tua tidak hanya ingin “percaya”, tapi juga ingin tetap terhubung.

Melalui sistem seperti yang dihadirkan oleh MainStory, orang tua bisa:

  • Memantau kondisi anak melalui CCTV real-time
  • Mendapatkan laporan harian aktivitas anak
  • Mengetahui perkembangan anak setiap hari

Hal ini membantu mengurangi rasa khawatir yang sering muncul di tengah aktivitas kerja.

Karena pada akhirnya, yang dibutuhkan orang tua bukan hanya tempat yang aman, tapi juga rasa tenang.

Menjalani Peran Orang Tua, Tanpa Harus Sendirian

Menjadi orang tua perantau memang penuh tantangan.

Namun, bukan berarti harus dijalani sendirian.

Dengan dukungan yang tepat, rutinitas bisa terasa lebih ringan.

Drop-off pagi bisa lebih praktis.

Dan waktu bersama anak setelah pulang kerja bisa terasa lebih berkualitas.

Karena pada akhirnya, setiap orang tua sedang berusaha melakukan yang terbaik untuk anaknya.

Dan itu sudah lebih dari cukup.

Rekomendasi Artikel Lainnya

Yuk

Daftar ke

MainStory Logo