Sebagai orang tua, kita pasti sering mengabadikan momen si kecil lewat foto atau video. Namun, pernahkah Ayah/Bunda melihat mata anak tampak putih saat terkena flash kamera?
Banyak orang mengira hal tersebut hanyalah efek cahaya biasa. Padahal, dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda retinoblastoma, yaitu kanker mata yang umumnya terjadi pada anak usia di bawah 5 tahun.
Walaupun terdengar menakutkan, retinoblastoma dapat ditangani dengan baik apabila terdeteksi lebih awal. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini.
Retinoblastoma adalah kanker yang berkembang pada retina, yaitu bagian mata yang berfungsi menangkap cahaya dan membantu proses penglihatan.
Kondisi ini terjadi akibat perubahan atau mutasi pada gen RB1, yang menyebabkan sel-sel di retina tumbuh secara tidak terkendali. Pada beberapa kasus, mutasi gen ini dapat diturunkan dari orang tua. Namun, retinoblastoma juga bisa muncul secara spontan tanpa penyebab yang pasti.
Perlu diketahui, retinoblastoma bukan disebabkan oleh screen time, penggunaan gadget, atau pola asuh tertentu.
Gejala retinoblastoma dapat berbeda pada setiap anak. Namun, beberapa tanda berikut paling sering ditemukan:
Kondisi ini disebut leukocoria dan menjadi salah satu tanda paling umum retinoblastoma.
Posisi mata terlihat tidak sejajar atau salah satu mata bergerak ke arah berbeda.
Mata tampak merah terus-menerus meskipun anak tidak sedang mengalami iritasi ringan.
Pada kondisi tertentu, anak dapat terlihat tidak nyaman atau sensitif pada area mata.
Anak mungkin menjadi kurang fokus melihat atau kesulitan mengenali objek tertentu.
Retinoblastoma termasuk kondisi serius, tetapi peluang pengobatannya cukup tinggi jika ditemukan lebih cepat.
Karena itu, apabila Ayah/Bunda melihat tanda-tanda yang terasa berbeda pada mata si kecil, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
Langkah kecil hari ini bisa menjadi perlindungan besar untuk masa depan anak 🤍