MPASI Tanpa Nasi: Pilihan dan Batas Takaran Pengganti
- Nasi bukan satu-satunya pilihan; Kementerian Kesehatan juga menyebut kentang, gandum, jagung, dan ubi.
- Daftar bahan tidak menetapkan takaran tukar satu-banding-satu.
- Pertimbangkan sumber karbohidrat bersama komponen menu lain dan variasi.
- Untuk bayi di awal MPASI, Kementerian Kesehatan memberi contoh makanan lunak seperti kentang tumbuk.
MPASI Tanpa Nasi: Pilihan dan Batas Takaran Pengganti
MPASI tidak harus selalu memakai nasi. Kementerian Kesehatan mencantumkan nasi, kentang, gandum, jagung, dan ubi sebagai contoh makanan pokok sumber karbohidrat.[1] Daftar tersebut memberi beberapa pilihan bahan; daftar ini bukan tabel yang menetapkan takaran pengganti satu-banding-satu.[1]
Pilihan yang disebut Kementerian Kesehatan
- Kentang: disebut sebagai pilihan makanan pokok; kentang tumbuk juga menjadi contoh makanan lunak untuk bayi di awal MPASI.[1]
- Ubi, jagung, dan gandum: juga tercantum sebagai contoh makanan pokok sumber karbohidrat.[1]
Gunakan daftar itu untuk memperluas pilihan, bukan untuk menyimpulkan bahwa berat satu bahan selalu dapat menggantikan berat nasi dengan cara yang sama. Pada halaman Kementerian Kesehatan, contoh bahan tersebut tidak disajikan sebagai tabel takaran tukar.[1]
Apa lagi yang perlu dipertimbangkan?
Kementerian Kesehatan menyebut bahwa makanan perlu mencakup karbohidrat, protein hewani dan nabati, vitamin, serta mineral.[1] Contoh protein hewani yang disebut termasuk daging, ayam/unggas, ikan, dan telur; untuk protein nabati disebut kacang-kacangan serta olahannya seperti tahu dan tempe.[1] Artinya, pertanyaan “pakai nasi atau bukan?” hanya membahas satu bagian menu.
Sebagai kerangka praktis, sebelum memilih alternatif tanyakan:
- Bahan pokok apa yang tersedia di rumah: kentang, ubi, jagung, atau gandum?
- Apakah menu tetap mempertimbangkan sumber protein dan bahan beragam?[1]
- Apakah tekstur dan jumlah diperhatikan, alih-alih menganggap semua bahan setara?[1]
Kartu cek ini adalah alat bantu mencatat pilihan keluarga, bukan pengukuran kecukupan gizi atau resep dengan jumlah baku.
Tekstur dan cara memasak
WHO menjelaskan bahwa makanan pendamping umumnya mulai diberikan sekitar usia 6 bulan dan berlanjut hingga usia 23 bulan.[2] Kementerian Kesehatan meminta pengasuh mempertimbangkan usia, jumlah, frekuensi, konsistensi/tekstur, dan variasi makanan.[1] Untuk bayi pada awal MPASI, Kementerian Kesehatan memberi contoh makanan lunak, termasuk kentang tumbuk, dan menyebut merebus atau mengukus sebagai cara memasak.[1]
Karena contoh tersebut tidak menetapkan satu tekstur untuk semua tahap, jangan menganggap satu cara penyajian berlaku untuk setiap usia. Bila anak memiliki rencana makan khusus, gunakan arahan tenaga kesehatan yang menyusun rencana tersebut, bukan daftar umum ini.
Ringkasnya
- Selain nasi, Kementerian Kesehatan mencantumkan kentang, gandum, jagung, dan ubi sebagai contoh makanan pokok.[1]
- Daftar bahan itu tidak menyatakan takaran pengganti satu-banding-satu.[1]
- Pertimbangkan unsur menu lain, serta usia, jumlah, tekstur, dan variasi.[1]
- Kentang tumbuk merupakan salah satu contoh makanan lunak untuk bayi di awal MPASI; Kementerian Kesehatan juga menyebut metode rebus atau kukus.[1]
FAQ
Bolehkah MPASI dibuat tanpa nasi?
Boleh memilih makanan pokok lain. Kementerian Kesehatan mencantumkan kentang, gandum, jagung, dan ubi sebagai pilihan selain nasi.[1]
Apakah jumlah pengganti harus sama dengan nasi?
Tidak ada takaran tukar yang dinyatakan pada daftar bahan Kementerian Kesehatan. Panduannya meminta mempertimbangkan usia, jumlah, tekstur, dan variasi.[1]
Bagaimana cara menyiapkan kentang untuk bayi yang baru mulai MPASI?
Kementerian Kesehatan menyebut kentang tumbuk sebagai contoh makanan lunak untuk awal MPASI dan menyarankan cara memasak seperti merebus atau mengukus.[1]
Sources
[1] https://ayosehat.kemkes.go.id/resep-mpasi-lengkap > "Karbohidrat, terdiri dari makanan pokok seperti nasi, kentang, gandum, jagung atau ubi." > "Makanan yang diberikan harus memenuhi kebutuhan anak terhadap nutrisi dan energi, yaitu karbohidrat, protein hewani dan nabati, serta vitamin dan mineral." > "Protein hewani, terdiri dari daging sapi, daging ayam/unggas, ikan, dan telur." > "Protein nabati, terdiri dari kacang-kacangan dan olahannya, seperti tahu dan tempe." > "Inilah saat yang tepat memberi si kecil makanan bertekstur lunak, seperti bubur, kentang tumbuk, pisang atau alpukat." > "Pastikan cara memasak makanan direbus atau dikukus, serta hindari makanan yang digoreng, mengandung gula, garam dan bahan pengawet." > "Selain itu juga, pertimbangkan usia, jumlah, frekuensi, konsistensi/ tekstur, dan variasi makanan yang diberikan." [2] https://www.who.int/publications/i/item/9789240081864 > "Complementary feeding, defined as the process of providing foods in addition to milk when breast milk or milk formula alone are no longer adequate to meet nutritional requirements, generally starts at age 6 months and continues until 23 months of age."
Pertanyaan yang sering diajukan
Boleh memilih makanan pokok lain. Kementerian Kesehatan mencantumkan kentang, gandum, jagung, dan ubi sebagai pilihan selain nasi.
Tidak ada takaran tukar yang dinyatakan pada daftar bahan Kementerian Kesehatan. Panduannya meminta mempertimbangkan usia, jumlah, tekstur, dan variasi.
Kementerian Kesehatan menyebut kentang tumbuk sebagai contoh makanan lunak untuk awal MPASI dan menyarankan cara memasak seperti merebus atau mengukus.
