Kehamilan dan PersalinanKehamilan dan PersalinanIbu hamil menjelang persalinan dan pendamping pilihannya

Peran Pendamping Persalinan: Dukungan yang Mengikuti Pilihan Ibu

TM
Tim MainStory29 Okt 2026 · 6 menit baca
Inti artikel
  • Pendamping adalah orang yang dipilih Ibu; tanyakan dukungan dan batas yang ia inginkan.
  • Tawarkan dukungan emosional/praktis dan bantuan komunikasi; minta izin sebelum menyentuh.
  • Patuhi kebijakan fasilitas dan serahkan pemeriksaan serta keputusan klinis kepada tenaga kesehatan.
  • Jaga privasi Ibu, termasuk sebelum berbagi foto atau kabar.

Peran Pendamping Persalinan: Dukungan yang Mengikuti Pilihan Ibu

Menjadi pendamping persalinan bukan berarti harus tahu semua jawaban atau mengambil alih keputusan.[1] Peran utamanya adalah hadir sebagai orang yang dipilih Ibu, mendengarkan apa yang dibutuhkan, dan membantu menyampaikan keinginan atau pertanyaan kepada tim kesehatan.[1] WHO menjelaskan bahwa pendamping pilihan dapat memberi dukungan emosional dan praktis, termasuk membantu komunikasi dengan tenaga kesehatan.[1]

WHO merekomendasikan pendampingan berkelanjutan selama persalinan dan kelahiran; rekomendasi ini bukan janji bahwa proses persalinan akan selalu lebih mudah atau berlangsung dengan cara tertentu.[2] Dalam konteks Indonesia, Permenkes No. 21 Tahun 2021 memasukkan keterlibatan Ibu, suami, dan keluarga dalam persiapan persalinan serta kesiagaan menghadapi komplikasi; peraturan tersebut tidak merinci tugas pendamping di ruang bersalin.[3] Panduan ini menawarkan langkah dukungan umum, bukan petunjuk klinis. Pilihan Ibu, instruksi tenaga kesehatan, dan aturan fasilitas tetap menjadi acuan.

Sebelum persalinan: sepakati bentuk dukungan

Mulailah dengan bertanya kepada Ibu—bukan mengasumsikan bahwa pasangan, anggota keluarga tertentu, atau teman otomatis menjadi pendamping yang diinginkan. WHO menekankan bahwa perempuan perlu dapat memilih pendampingnya dan fasilitas perlu mempertimbangkan preferensi serta privasi.[1]

Bicarakan beberapa hal sederhana saat suasana tenang:

  • “Apa yang paling membantu saat kamu merasa kewalahan: ditemani diam-diam, diajak bicara, atau dibantu menghubungi bidan?”[1]
  • “Apakah kamu nyaman disentuh atau dipijat? Bagian mana yang sebaiknya tidak disentuh?”[1]
  • “Kalau kamu berubah pikiran atau ingin sendiri, bagaimana kamu ingin memberi tahu saya?”[1]
  • “Hal apa yang boleh saya sampaikan kepada keluarga lain, dan apa yang ingin tetap pribadi?”[1]

Tidak perlu membuat naskah panjang. Catat preferensi penting dengan kata-kata Ibu sendiri, lalu tanyakan kembali bila ada perubahan.[1] Ibu berhak mengubah pilihan kapan saja; kesepakatan awal bukan izin permanen untuk semua tindakan.[1]

Tanyakan juga kepada fasilitas bersalin tentang siapa yang boleh mendampingi, kapan pendamping boleh masuk, dan aturan privasi atau kebersihan yang berlaku. Kebijakan dapat berbeda antar fasilitas, jadi jangan menjanjikan bahwa semua tempat mengizinkan pendamping dalam semua keadaan. Jika ada pembatasan, tanyakan pilihan yang tersedia dan sampaikan prioritas Ibu kepada tim perawatan.[1]

Saat persalinan: hadir, dengarkan, dan tawarkan bantuan

Dukungan yang berguna sering kali sederhana. WHO menyebut kehadiran yang menenangkan, dorongan, pegangan tangan atau pijatan bila diinginkan, serta bantuan menjembatani komunikasi dengan petugas sebagai bentuk dukungan pendamping.[1] Tidak ada satu cara yang cocok untuk semua orang—karena itu, tawarkan bantuan lalu ikuti jawaban Ibu.[1]

Gunakan kalimat pendek dan tidak menggurui. Misalnya: “Saya di sini,” “Mau saya pegang tangan atau beri ruang?” atau “Apa yang ingin kamu tanyakan ke bidan?”[1] Jika Ibu tidak ingin berbicara, menemani dalam diam juga bisa menjadi bentuk kehadiran.[1]

Minta izin sebelum menyentuh. Tawarkan, jangan langsung memijat, mengubah posisi, atau memegang tubuh Ibu.[1] Bila ia menolak atau berubah pikiran, berhenti tanpa meminta penjelasan.[1] Prinsipnya adalah dukungan mengikuti kenyamanan dan pilihan Ibu, bukan membuatnya mengikuti cara pendamping.[1]

Bantu komunikasi tanpa berbicara menggantikan Ibu. Jika Ibu meminta, sampaikan pertanyaan atau preferensinya dengan jelas dan netral.[1] Contoh: “Ibu ingin memahami pilihan yang tersedia sebelum memutuskan.” Beri ruang bagi tenaga kesehatan untuk menjelaskan tindakan, lalu bantu Ibu menyampaikan pertanyaan lanjutan.[1] Pendamping bukan pengganti tenaga kesehatan dan tidak menetapkan keputusan klinis.

Jaga suasana dan kebutuhan praktis. Tanyakan apakah Ibu ingin minum, menghubungi seseorang, atau meminta barang yang tersedia.[1] Patuhi arahan petugas dan aturan fasilitas. Jangan memaksa teknik napas, posisi, makanan, minuman, obat, atau metode tertentu; tanyakan kepada tim kesehatan bila ada pertanyaan tentang tindakan atau kondisi klinis.

Jaga privasi. Jangan merekam, memotret, atau mengabarkan perkembangan kepada orang lain tanpa persetujuan Ibu dan izin fasilitas.[1] Bila Ibu meminta ruang, mundurlah atau keluar sesuai arahan petugas.[1] Menjadi pendamping berarti siap menyesuaikan diri, bukan harus terus berada di pusat perhatian.[1]

Jika keadaan berubah atau Anda merasa tidak tahu harus berbuat apa

Tidak perlu menebak arti gejala atau menafsirkan alat dan pemeriksaan. Panggil petugas yang menangani Ibu, sampaikan apa yang Ibu rasakan atau minta dengan kalimat sesederhana mungkin, dan ikuti instruksi tim. Jika Ibu meminta informasi, bantu mengulang pertanyaannya atau mencatat jawaban—jangan menyimpulkan sendiri.

Pendamping juga boleh meminta penjelasan tentang perannya di ruang bersalin. Jika merasa panik, ambil napas sejenak, tetap dekat jika Ibu menginginkannya, dan serahkan tindakan klinis kepada tenaga kesehatan. Bila pendamping utama tidak dapat hadir, gunakan orang cadangan yang sebelumnya dipilih Ibu dan pastikan fasilitas mengetahui pergantiannya.

Setelah bayi lahir: tetap ikuti kebutuhan Ibu

Setelah proses kelahiran, tanyakan apa yang Ibu butuhkan sebelum bertindak.[1] Ia mungkin ingin ditemani, beristirahat, berbicara dengan petugas, atau menghubungi orang tertentu. Jangan menganggap foto, pengumuman keluarga, atau kunjungan langsung otomatis disetujui—minta izin lebih dulu dan hormati jawabannya.[1]

Bantuan praktis dapat berupa mengambil barang, mengurus pesan yang diminta, atau mencatat informasi yang diberikan tenaga kesehatan. Untuk pertanyaan tentang perawatan Ibu atau bayi, minta penjelasan dari tim yang merawat; jangan mengganti arahan klinis dengan saran pribadi.

Checklist singkat untuk calon pendamping

  • Ibu memilih saya sebagai pendamping dan tahu ia dapat mengubah pilihan.[1]
  • Saya sudah bertanya bentuk dukungan yang disukai dan batas sentuhan atau privasi.[1]
  • Saya mengetahui aturan fasilitas dan siapa yang perlu dihubungi.[1]
  • Saya siap mendengarkan dan menyampaikan pertanyaan Ibu tanpa mengambil alih.[1]
  • Saya akan menyerahkan penilaian dan tindakan klinis kepada tenaga kesehatan.[1]
  • Saya tidak akan membagikan foto atau kabar tanpa persetujuan Ibu.[1]

Untuk menyiapkan dokumen, transportasi, fasilitas, dan perlengkapan keluarga, lihat checklist persiapan melahirkan. Artikel ini berfokus pada cara mendampingi; checklist tersebut membahas persiapan dan logistik.

FAQ

Apakah pendamping persalinan harus suami?

Tidak. WHO menyebut pendamping pilihan, sehingga yang utama adalah siapa yang dipercaya dan diinginkan Ibu. Konfirmasikan juga kebijakan fasilitas tentang pendamping.[1]

Apa yang bisa dilakukan pendamping saat Ibu kesakitan?

Tanyakan bantuan apa yang diinginkan. WHO menyebut dukungan emosional dan praktis seperti menenangkan, menemani, membantu komunikasi, atau menawarkan pegangan tangan/pijatan bila Ibu menghendakinya.[1] Jangan memaksa sentuhan atau teknik tertentu.

Bolehkah pendamping menyampaikan keputusan untuk Ibu?

Pendamping dapat membantu menyuarakan pertanyaan atau preferensi jika diminta, tetapi tidak seharusnya mengambil alih keputusan. Minta tenaga kesehatan menjelaskan pilihan langsung kepada Ibu dan dukung ia untuk bertanya.

Bagaimana jika fasilitas tidak mengizinkan pendamping masuk?

Tanyakan alasan dan pilihan yang tersedia, misalnya aturan waktu atau cara menyampaikan preferensi Ibu. Kebijakan tiap fasilitas dapat berbeda; jangan menganggap akses pendamping selalu sama.[1]

Sources

[1] https://www.who.int/news/item/09-09-2020-every-woman-s-right-to-a-companion-of-choice-during-childbirth — WHO — Every woman’s right to a companion of choice during childbirth [2] https://extranet.who.int/rhl/topics/improving-health-system-performance/who-recommendation-companion-choice-birth — WHO — recommendation on companion of choice at birth [3] https://jdih.kemkes.go.id/storage/documents/pdfs/2021permenkes021.pdf — Kementerian Kesehatan RI — Permenkes No. 21 Tahun 2021

Pertanyaan yang sering diajukan

Tidak. WHO menyebut pendamping pilihan, sehingga yang utama adalah siapa yang dipercaya dan diinginkan Ibu. Konfirmasikan juga kebijakan fasilitas tentang pendamping.

Gratis, tanpa bayar
Pantau tumbuh kembang si kecil di appAktivitas harian sesuai usia, checklist milestone, dan grafik pertumbuhan.
Get it on Google Play
Download on the App Store
Biar si kecil belajar bersama temanCoba sehari di daycare MainStory terdekat: kegiatan penuh, laporan harian ke HP Mama.Cari daycare & coba trial

Baca juga

Yuk

Daftar ke

MainStory Logo