Teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia anak. Menghindari layar sepenuhnya di era digital hampir mustahil. Namun, yang terpenting bukan hanya soal durasi, melainkan kualitas interaksi selama screen time berlangsung.
Pendampingan orangtua atau co-viewing dapat mengubah pengalaman menonton menjadi proses belajar. Ketika orangtua hadir dan terlibat, anak tidak sekadar menyerap konten secara pasif, tetapi juga diajak berdiskusi dan berpikir kritis.
Setelah menonton, orangtua bisa mengajak anak berbicara tentang cerita, karakter, atau pesan moral yang muncul. Interaksi sederhana seperti ini membantu anak mengembangkan kemampuan refleksi, empati, dan komunikasi.
Pendekatan ini juga memperkuat bonding. Screen time bukan lagi sekadar aktivitas individu, tetapi menjadi momen kebersamaan yang bermakna.