Toilet TrainingToilet TrainingBalita yang sedang belajar toilet training pada siang hari; sesuaikan dengan kesiapan anak

Toilet Training Berapa Jam Sekali? Atur Jadwal dari Pola Anak

TM
Tim MainStory29 Okt 2026 · 6 menit baca
Inti artikel
  • Tidak ada satu interval universal yang cocok untuk semua anak.
  • Mulai dari rutinitas sederhana dan amati isyarat tubuh anak.
  • Pendekatan 90 menit dengan penyesuaian ke 60 menit yang diberitakan Tempo adalah contoh, bukan aturan universal.
  • Jaga suasana tenang dan samakan pendekatan dengan pengasuh lain.
  • Nyeri atau kebiasaan menahan buang air perlu dibicarakan dengan dokter anak.

Toilet Training Berapa Jam Sekali? Atur Jadwal dari Pola Anak

Tidak ada satu jarak waktu yang harus dipakai semua keluarga. Panduan IDAI menggambarkan latihan yang dapat dimulai sekali sehari pada waktu yang sama, sedangkan NHS menyarankan toilet menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari dan mengajak anak pada momen tertentu.[1][2] Seorang dokter anak yang dikutip Tempo pada Desember 2024 menjelaskan pendekatan awal setiap 90 menit, lalu penyesuaian menjadi 60 menit atau kembali ke 90 menit menurut respons anak.[3]

Jadi, jawaban praktisnya bukan “wajib setiap X jam”, melainkan pilih rutinitas yang cocok untuk anak, perhatikan isyarat tubuh, lalu sesuaikan tanpa memaksa. Angka 90 menit dalam laporan Tempo adalah salah satu pendekatan yang disampaikan seorang dokter anak, bukan aturan universal atau pengganti saran dokter untuk anak tertentu.[1][2][3]

Artikel ini membahas ajakan ke toilet pada siang hari selama anak sedang belajar. Ini bukan panduan untuk mengatasi ngompol malam hari atau program latihan kandung kemih bagi anak yang memiliki keluhan buang air.

Cek milestone kemandirian si kecilLatihan BAK/BAB di toilet dengan pendampingan · 27 - 30 Bulan, gratis di app MainStory

Kenapa intervalnya bisa berbeda?

Anak mungkin belum tahu atau belum selalu bisa memberi tahu kapan ia ingin BAK atau BAB, sehingga NHS menyarankan orang tua tidak hanya menunggu anak meminta toilet.[2] IDAI juga menganjurkan orang tua memperhatikan ekspresi, perilaku, atau posisi tertentu yang muncul saat anak akan buang air.[1]

Panduan IDAI menyebut latihan dapat dimulai sekali sehari pada waktu yang sama—misalnya setelah makan atau saat mandi—sementara NHS memberi contoh beberapa titik rutinitas seperti setelah bangun, setelah makan, sebelum meninggalkan rumah, sebelum tidur siang, ketika sedang bepergian dan melewati toilet, serta sebelum tidur malam.[1][2] Itu adalah contoh rutinitas, bukan kewajiban untuk mengajak anak pada semua waktu tersebut setiap hari.

Dalam laporan Tempo, dokter anak Meitha Pingkan Esther menyarankan satu pendekatan yang lebih terjadwal: mulai mengajak anak ke kamar mandi setiap 90 menit; bila belum BAK, interval berikutnya dapat diperpendek menjadi 60 menit; setelah anak BAK, kembali ke 90 menit. Ia juga menyebut jadwal dapat dipersingkat bila anak terlalu sering berkemih di celana.[3] Karena artikel tersebut melaporkan satu pendekatan dari webinar, jangan menganggapnya sebagai interval baku untuk semua anak.

Cara memilih jadwal yang masuk akal

1. Mulai dengan rutinitas yang mudah diingat

Pilih beberapa momen yang memang terjadi dalam hari keluarga, seperti setelah bangun atau setelah makan. NHS juga menyarankan ajakan sebelum keluar rumah, sebelum tidur siang, saat melewati toilet ketika sedang bepergian, dan sebelum tidur.[2] Keluarga tidak harus memakai seluruh daftar; pilih yang mudah dijalankan secara konsisten.

2. Perhatikan tanda anak, bukan hanya jam

Amati apakah anak berhenti bermain, tampak gelisah, diam, membuat ekspresi tertentu, atau menunjukkan posisi tubuh yang biasanya muncul sebelum buang air.[1][2] Saat melihat tanda tersebut, tawarkan toilet dengan tenang.[1] Jika anak belum menunjukkan tanda yang jelas atau belum bisa mengungkapkan kebutuhannya, rutinitas orang dewasa tetap dapat membantu memberi kesempatan untuk mencoba.[2]

3. Bila perlu, uji satu interval secara fleksibel

Sebagian keluarga mungkin terbantu oleh jadwal berjarak tertentu. Pendekatan 90 menit lalu penyesuaian ke 60 menit yang dilaporkan Tempo dapat dipakai sebagai contoh untuk dibahas dan dicoba dengan hati-hati—bukan angka yang wajib diikuti.[3] Catat waktu ajakan dan hasilnya selama beberapa hari agar keluarga dapat melihat pola, lalu sesuaikan jadwal dengan kebiasaan anak. Catatan ini hanya alat bantu keluarga, bukan protokol klinis.

4. Jaga ajakan tetap singkat dan tidak memaksa

Sampaikan ajakan secara netral, misalnya, “Kita mampir ke toilet sebelum pergi.” Beri anak kesempatan duduk dan turun lagi bila belum ingin buang air. IDAI mengingatkan bahwa tekanan atau rasa tidak nyaman dapat membuat anak menahan buang air.[1] NHS menyarankan memuji usaha anak, berhasil buang air atau belum.[2]

5. Samakan pendekatan dengan pengasuh lain

Jika anak juga diasuh keluarga besar atau daycare, sepakati momen ajakan, kata-kata yang digunakan, bantuan yang masih diperlukan, dan respons bila terjadi kecelakaan. IDAI menekankan perencanaan yang disepakati pihak-pihak yang terlibat dalam pengasuhan, dan NHS menyebut konsistensi antar-pengasuh dapat membantu proses belajar.[1][2]

Membaca hasil tanpa menjadikannya ujian

  • Anak berhasil BAK sebelum jadwal berikutnya: catat polanya dan lanjutkan rutinitas yang nyaman. Bila keluarga sedang mencoba pendekatan berinterval yang diberitakan Tempo, sumber itu menyarankan kembali ke 90 menit setelah anak BAK.[3]
  • Anak sering mengalami kecelakaan sebelum sempat ke toilet: tinjau apakah ajakan perlu lebih dekat dengan tanda atau pola yang sudah terlihat. Dokter anak yang dikutip Tempo menyebut interval dapat dipersingkat ketika anak terlalu sering berkemih di celana.[3]
  • Anak menolak atau terlihat tertekan: jangan menambah frekuensi sebagai hukuman. Beri jeda, periksa apakah toilet terasa tidak nyaman, dan coba lagi ketika suasana lebih tenang; IDAI mengingatkan tekanan dapat membuat anak menahan buang air.[1]
  • Rutinitas tidak cocok dengan kehidupan keluarga: sederhanakan menjadi beberapa momen yang realistis. NHS sendiri menyajikan titik-titik harian sebagai cara membuat toilet bagian dari rutinitas, bukan kewajiban menjalankan jadwal yang kaku.[2]

Kecelakaan sesekali dapat terjadi selama anak belajar. NHS menyarankan orang dewasa tetap tenang, membersihkan bersama, lalu melanjutkan kegiatan.[2] Hindari menyebut anak malas atau nakal; fokus pada langkah berikut yang bisa dicoba.

Kapan sebaiknya meminta saran tenaga kesehatan?

Bicarakan dengan dokter anak bila BAK atau BAB terasa sakit, anak terus menahan buang air, atau orang tua khawatir tentang kesiapan dan pendekatan latihan.[1] IDAI juga menjelaskan bahwa tinja yang padat dan keras dapat terasa sakit dan menghambat proses belajar; jangan menyimpulkan masalahnya hanya karena jadwal belum tepat.[1]

Artikel ini tidak menetapkan diagnosis, obat, atau jadwal terapi. Bila anak memiliki keluhan buang air yang berulang, mintalah penilaian tenaga kesehatan sebelum menerapkan jadwal berinterval sebagai program penanganan.

Ringkasnya

  • Tidak ada satu interval universal yang cocok untuk semua anak.[1][2][3]
  • Mulai dari rutinitas sederhana, amati isyarat tubuh, dan sesuaikan ajakan dengan pola anak.[1][2]
  • Interval 90 menit dengan penyesuaian yang dikutip Tempo adalah salah satu pendekatan yang dilaporkan, bukan aturan untuk semua keluarga.[3]
  • Jaga suasana tenang, jangan memaksa anak duduk, dan koordinasikan pendekatan dengan pengasuh lain.[1][2]
  • Nyeri, menahan buang air, atau kekhawatiran tentang kesiapan perlu dibicarakan dengan dokter anak.[1]

Pertanyaan yang sering diajukan

Toilet training sebaiknya berapa jam sekali?

Tidak ada satu angka untuk setiap anak. NHS menyarankan rutinitas sehari-hari di beberapa momen, sementara IDAI menyebut latihan dapat dimulai sekali sehari pada waktu yang sama. Laporan Tempo mengutip pendekatan seorang dokter anak yang memakai interval 90 menit dan menyesuaikannya menjadi 60 menit atau kembali ke 90 menit berdasarkan respons anak.[1][2][3]

Perlukah menunggu anak meminta ke toilet?

Tidak selalu. Anak yang sedang belajar mungkin belum bisa mengenali atau menyampaikan kebutuhannya setiap kali; NHS menyarankan rutinitas, dan IDAI menganjurkan orang tua memperhatikan tanda tubuh anak.[1][2]

Bagaimana jika anak tidak mau duduk?

Jangan memaksa atau memperpanjang duduk sebagai hukuman. Coba ajakan yang tenang pada momen lain; IDAI mengingatkan tekanan dapat membuat anak menahan buang air.[1]

Apakah jadwal yang sama perlu diterapkan di daycare?

Sebaiknya orang tua dan pengasuh membicarakan cara yang konsisten, sambil menyesuaikannya dengan kebutuhan anak dan situasi tempat penitipan.[1][2]

Artikel ini adalah informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan atau saran tenaga kesehatan untuk anak Anda.

Sources

[1] https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/toilet-training — IDAI | Toilet Training [2] https://www.nhs.uk/best-start-in-life/toddler/potty-training-your-child — Potty training your child - NHS [3] https://www.tempo.co/gaya-hidup/tips-melatih-anak-gunakan-toilet-dari-anggota-idai-1185692 — Tips Melatih Anak Gunakan Toilet dari Anggota IDAI | Tempo

Kapan perlu konsultasi

  • BAK atau BAB terasa sakit, anak terus menahan buang air, atau orang tua khawatir tentang kesiapan dan pendekatan toilet training.
  • Keluhan buang air berulang atau keluarga mempertimbangkan jadwal berinterval sebagai program penanganan.

Tanda di atas bukan diagnosis. Ini sinyal untuk ngobrol dengan tenaga profesional supaya si kecil dapat dukungan lebih awal.

Pertanyaan yang sering diajukan

Tidak ada satu angka untuk setiap anak. NHS menyarankan rutinitas sehari-hari di beberapa momen, sementara IDAI menyebut latihan dapat dimulai sekali sehari pada waktu yang sama. Laporan Tempo mengutip pendekatan seorang dokter anak yang memakai interval 90 menit dan menyesuaikannya menjadi 60 menit atau kembali ke 90 menit berdasarkan respons anak.[1][2][3]

Gratis, tanpa bayar
Pantau tumbuh kembang si kecil di appAktivitas harian sesuai usia, checklist milestone, dan grafik pertumbuhan.
Get it on Google Play
Download on the App Store
Biar si kecil belajar bersama temanCoba sehari di daycare MainStory terdekat: kegiatan penuh, laporan harian ke HP Mama.Cari daycare & coba trial

Baca juga

Cek milestone si kecilGratis di app MainStory
Buka app

Yuk

Daftar ke

MainStory Logo