Kumpulan Unpopular Opinion Parenting dari Parents Indonesia

Ditulis oleh Arga Pratama

10 April 2026

Kumpulan Unpopular Opinion Parenting dari Parents Indonesia

Dalam dunia parenting, sering kali kita menemukan “aturan tidak tertulis” tentang bagaimana seharusnya menjadi orang tua. Mulai dari cara menenangkan anak, menghabiskan waktu bersama, hingga keputusan besar seperti memilih daycare.

Tapi kenyataannya, setiap keluarga punya dinamika yang berbeda. Dan dari situlah muncul berbagai unpopular opinion—pandangan yang mungkin nggak selalu umum, tapi tetap valid dan relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Yuk, kita lihat beberapa di antaranya.

1. Anak rewel nggak harus langsung dikasih screen time

Di era digital seperti sekarang, gadget sering jadi “penyelamat cepat” saat anak mulai rewel. Tapi, beberapa orang tua mulai melihat hal ini dari sudut pandang berbeda.

Nggak semua tangisan butuh distraksi.

Kadang, anak hanya butuh ditemani, dipahami, atau diajak berinteraksi.

Dengan merespon secara langsung, anak juga belajar mengenali emosinya—bukan sekadar mengalihkan perhatian.

2. Quality time nggak harus selalu keluar rumah

Banyak yang menganggap quality time identik dengan jalan-jalan, playground, atau aktivitas khusus di luar rumah.

Padahal, momen sederhana seperti:

  • menemani anak masak di dapur
  • membereskan mainan bersama
  • atau ngobrol santai sebelum tidur

juga bisa jadi bentuk bonding yang bermakna.

Yang terpenting bukan “ke mana”, tapi “bersama siapa dan bagaimana”.

3. Anak nangis di hari pertama daycare bukan berarti nggak cocok

Salah satu kekhawatiran terbesar orang tua saat memasukkan anak ke daycare adalah: “Kalau dia nangis, berarti dia nggak nyaman dong?”

Padahal, proses adaptasi adalah hal yang sangat wajar.

Lingkungan baru, orang baru, dan rutinitas baru tentu butuh waktu untuk disesuaikan.

Selama anak bisa kembali tenang dan mulai engage, itu justru tanda dia sedang belajar beradaptasi.

4. Nggak semua kemauan anak harus selalu dituruti

Contoh yang sering terjadi: anak menangis karena ingin mainan di mall.

Situasi seperti ini memang nggak mudah. Tapi, di sinilah anak belajar tentang batasan.

Dengan tetap tenang, memvalidasi perasaan anak, dan memberikan batas yang konsisten, anak perlahan akan memahami bahwa tidak semua keinginan bisa langsung terpenuhi.

Dan itu adalah bagian penting dari proses tumbuh kembangnya.

5. Daycare bukan sekadar tempat “titip anak”

Masih ada anggapan bahwa daycare hanyalah tempat untuk “menitipkan” anak saat orang tua bekerja.

Padahal, daycare yang tepat justru bisa menjadi ruang belajar bagi anak:

  • belajar bersosialisasi
  • mengenal rutinitas
  • hingga mengembangkan kemandirian

Dengan lingkungan yang suportif, anak tetap bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.

Setiap Orang Tua Punya Caranya Sendiri

Pada akhirnya, tidak ada satu cara yang paling benar dalam parenting.

Apa yang berhasil di satu keluarga, belum tentu sama di keluarga lain.

Dan itu bukan masalah—justru itulah yang membuat perjalanan parenting menjadi unik.

Unpopular opinion bukan berarti salah.

Kadang, itu hanya sudut pandang yang berbeda dari realita yang kita jalani setiap hari.

Rekomendasi Artikel Lainnya

Yuk

Daftar ke

MainStory Logo