WFH saat Anak Usia Sekolah di Rumah: Susun Blok Kerja dan Batas Pengasuhan
- Bedakan waktu fokus, kolaborasi, dan pengasuhan; beri penanggung jawab dewasa untuk kebutuhan anak.
- Gunakan peta harian yang fleksibel dan konfirmasi bagian jadwal yang belum pasti.
- Penanda visual dan kegiatan mandiri adalah pengingat, bukan pengganti pengawasan yang dibutuhkan anak.
- Bicarakan hasil kerja dan kemungkinan penyesuaian; siapkan cadangan dewasa yang sudah menyetujui.
WFH saat Anak Usia Sekolah di Rumah: Susun Blok Kerja dan Batas Pengasuhan
Bekerja dari rumah memindahkan tempat kerja, tetapi tidak otomatis menyediakan pengasuhan. Saat anak usia sekolah berada di rumah—misalnya karena jadwal belajar berbeda atau sekolah libur—rencana yang membantu bukan jadwal menit demi menit, melainkan kesepakatan tentang kapan orang tua bekerja, siapa yang bertanggung jawab atas anak, dan apa yang dilakukan ketika kebutuhan keduanya bertabrakan.
Panduan ini menawarkan cara menyusun hari yang lebih realistis. Sesuaikan dengan usia, kebutuhan pengawasan, ruang rumah, dan aturan kerja keluarga; jangan menganggap semua anak dapat mengurus dirinya sendiri hanya karena sudah bersekolah.
Mulai dari tiga blok, bukan daftar tugas tanpa batas
Sebelum membuka laptop, kelompokkan kegiatan hari itu menjadi tiga jenis:
- Fokus: pekerjaan yang membutuhkan perhatian tanpa jeda panjang.
- Kolaborasi: rapat, panggilan, atau tugas yang melibatkan orang lain.
- Pengasuhan: waktu ketika anak perlu ditemani, dibantu, atau diawasi.
Tandai tugas kerja yang benar-benar harus selesai hari ini, lalu taruh di blok yang paling cocok. Beri nama penanggung jawab anak untuk setiap blok pengasuhan: orang tua yang sedang tidak bekerja, pengasuh dewasa yang sudah menyetujui, atau orang tua yang sedang mengambil jeda kerja. Jika tidak ada orang dewasa lain, jangan mengisi kalender seolah-olah rapat dan pengasuhan aktif bisa selalu berlangsung bersamaan.
ILO menjelaskan bahwa pekerja dengan tanggung jawab pengasuhan mungkin perlu membagi waktu kerja ke beberapa bagian, dan bahwa telekerja membutuhkan dialog tentang hasil serta pengaturan waktunya.[3] UNICEF juga menganjurkan keluarga menyesuaikan ekspektasi dan menyusun rencana realistis; sumber tersebut ditulis dalam konteks darurat COVID-19, jadi gunakan prinsip umumnya, bukan seolah-olah situasinya sama.[5]
Buat peta sehari yang bisa berubah
Coba isi tabel sederhana pada malam sebelumnya atau sebelum kerja dimulai. Gunakan rentang, bukan jam yang kaku.
| Bagian hari | Fokus kerja | Kebutuhan anak | Siapa penanggung jawabnya? | Rencana jika berubah |
|---|---|---|---|---|
| Pagi | Satu tugas prioritas | Persiapan belajar atau kegiatan | ___ | ___ |
| Tengah hari | Rapat/tugas kolaboratif | Makan, jeda, atau bantuan | ___ | ___ |
| Sore | Tugas ringan dan penutupan | Waktu bersama atau kegiatan mandiri sesuai kesiapan | ___ | ___ |
Tuliskan hanya janji yang dapat dipenuhi. Jika jadwal sekolah atau pekerjaan belum pasti, tandai sebagai “belum pasti” dan tentukan kapan akan mengonfirmasinya. Hindari menumpuk pekerjaan penting pada waktu yang sama dengan kebutuhan anak yang sudah dapat diperkirakan.
Lindungi rapat yang sulit digeser
Pilih rapat yang benar-benar wajib dihadiri langsung dan beri tahu rekan kerja kapan Anda bisa dihubungi untuk pekerjaan lain. Sebelum rapat, sepakati dengan orang dewasa yang menjaga anak apa yang akan dilakukan dan bagaimana menghubungi Anda bila perlu. Jika Anda satu-satunya orang dewasa di rumah, jangan menjadikan lampu, pintu tertutup, atau pesan “jangan ganggu” sebagai pengganti pengawasan yang dibutuhkan anak.
Untuk tugas yang bisa dikerjakan fleksibel, pertimbangkan blok lebih pendek dan jeda yang sudah direncanakan. Panduan ILO membahas pengaturan jam yang fleksibel dan pengelolaan berdasarkan hasil sebagai pilihan dalam telekerja; keputusan tetap perlu disepakati dengan manajer dan mengikuti kebutuhan pekerjaan.[3] Ini bukan jaminan bahwa setiap pekerjaan dapat diubah jadwalnya.
Sampaikan batas kerja dengan cara yang dapat dipahami anak
Jelaskan rencana menggunakan kalimat konkret: “Ibu rapat sampai selesai lagu ini; setelah itu kita cek tugasmu,” atau “Ayah bekerja di meja, Bibi yang menemani sekarang.” Pakai penanda visual sederhana hanya sebagai pengingat—bukan sebagai tanda bahwa anak harus mengatasi keadaan sendiri.
Buat aturan rumah yang pendek dan mudah diingat, misalnya:
- siapa yang boleh dimintai bantuan ketika orang tua sedang bekerja;
- kapan anak boleh menyela, termasuk bila ada kebutuhan mendesak;
- di mana anak dapat melakukan kegiatan yang sudah disepakati;
- bagaimana anak memberi tahu orang dewasa bahwa ia membutuhkan bantuan.
Latih aturan itu pada hari yang lebih longgar. Periksa apakah anak benar-benar memahami dan mampu mengikutinya; ubah rencana bila tidak. Tidak ada satu penanda atau jadwal yang cocok untuk semua anak.
Siapkan kegiatan, tetapi jangan mengandalkannya sebagai pengasuh
Untuk waktu singkat ketika anak memang siap melakukan kegiatan mandiri, siapkan pilihan yang sudah dikenal dan sesuai kondisi rumah—misalnya membaca, menggambar, atau menyelesaikan tugas sekolah. Letakkan bahan yang aman dan mudah dijangkau. Tentukan kapan orang dewasa akan kembali mengecek, dan jangan mengandalkan layar atau kegiatan tersebut untuk menutup kebutuhan pengawasan yang seharusnya diberikan orang dewasa.
Anak mungkin membutuhkan bantuan lebih cepat dari rencana: tugas sekolah sulit, lapar, lelah, atau sekadar ingin ditemani. Sisakan ruang untuk jeda bersama dan turunkan target kerja yang tidak mendesak bila keadaan berubah. UNICEF mengingatkan bahwa ketika anak kecil berada di rumah, mereka membutuhkan perhatian sepanjang hari; kebutuhan tiap anak berbeda, tetapi pesan praktisnya jelas: jangan menyusun hari dengan asumsi anak tidak akan memerlukan orang dewasa.[5]
Sepakati hasil kerja dan cara meminta penyesuaian
Jika beban pengasuhan mengganggu rapat atau tenggat, bicarakan sebelum masalah menumpuk. Anda bisa menyampaikan:
- jam ketika tanggung jawab pengasuhan paling besar;
- rapat atau tugas yang tidak dapat digeser;
- pekerjaan yang tetap dapat diselesaikan dan kapan;
- opsi yang ingin dibahas, seperti perubahan jam sementara, jeda terjadwal, atau penyesuaian tenggat.
Fokuskan percakapan pada kebutuhan dan hasil yang bisa disepakati, bukan janji bahwa pekerjaan dan pengasuhan akan selalu berjalan mulus. ILO menekankan dialog pekerja-manajer, kejelasan hasil, dan kemungkinan pengaturan waktu yang lebih fleksibel dalam telekerja.[3] Ketentuan kerja berbeda-beda; panduan ini bukan nasihat hukum atau pernyataan tentang hak cuti tertentu. Brief ILO lain membahas telekerja dari sisi kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan pekerja, jadi masukkan jeda dan batas akhir kerja ke dalam rencana—bukan hanya target output.[2]
Siapkan rencana cadangan yang benar-benar tersedia
Tulis satu langkah cadangan untuk keadaan ketika anak membutuhkan perhatian lebih lama atau jadwal berubah. Misalnya, siapa orang dewasa yang dapat mengambil alih, tugas kerja mana yang bisa dijeda, dan siapa yang perlu diberi kabar. Pastikan orang yang disebut sudah menyetujui dan mengetahui perannya—jangan mengandalkan bantuan yang belum dikonfirmasi.
Bila tidak ada pengasuh dewasa yang tersedia dan kebutuhan anak memerlukan kehadiran orang dewasa, hentikan atau ubah pekerjaan yang bisa ditunda dan hubungi atasan untuk membahas pilihan. Jangan meminta anak menjadi penanggung jawab keselamatan dirinya atau saudara kandung hanya agar rapat tidak terganggu. Sumber UNICEF yang digunakan di sini berasal dari respons terhadap keadaan luar biasa pada 2020; ia memberi prinsip untuk menurunkan ekspektasi dan membagi tanggung jawab, bukan resep tunggal bagi semua keluarga saat ini.[1][5]
Evaluasi dengan tiga pertanyaan di akhir hari
Alih-alih menilai hari dari jumlah centang, tanyakan:
- Apakah kebutuhan pengawasan anak memiliki penanggung jawab yang jelas?
- Bagian mana dari jadwal yang paling sering bertabrakan?
- Satu perubahan kecil apa yang perlu dicoba besok—memindahkan rapat, menyiapkan kegiatan, atau meminta bantuan lebih awal?
Kalau rencana meleset, catat pemicunya dan ubah sistem, bukan menyalahkan anak atau diri sendiri. Satu blok fokus yang terlindungi dan satu serah-terima pengasuhan yang jelas dapat lebih berguna daripada jadwal sempurna yang tidak cocok dengan kenyataan.
Untuk panduan yang lebih luas tentang pembagian tanggung jawab keluarga di luar situasi WFH, baca panduan membagi waktu antara bekerja dan mengurus anak.
FAQ
Bisakah orang tua bekerja penuh waktu sambil menjaga anak sendiri di rumah?
Kebutuhan setiap pekerjaan dan anak berbeda. Jangan menganggap WFH otomatis berarti tersedia untuk mengasuh sepanjang hari; petakan kebutuhan pengawasan dan bicarakan penyesuaian kerja atau bantuan orang dewasa bila keduanya bertabrakan.[3][5]
Apakah anak usia sekolah boleh ditinggal bekerja mandiri di rumah?
Artikel ini tidak menetapkan usia universal untuk anak tinggal atau beraktivitas tanpa pengawasan. Pertimbangkan kebutuhan anak dan situasi rumah, lalu pastikan pengawasan orang dewasa yang sesuai tersedia. Bila ragu, jangan jadikan tanda visual atau kegiatan mandiri sebagai pengganti orang dewasa.
Apa yang bisa dilakukan jika rapat bertepatan dengan kebutuhan anak?
Jika memungkinkan, atur pengasuh dewasa yang sudah setuju untuk mengambil alih. Bila tidak tersedia, hubungi pihak kerja untuk membahas perubahan waktu, tugas, atau tenggat yang realistis; jangan mengasumsikan setiap pekerjaan bisa diubah.[3]
Apakah jadwal ini harus sama setiap hari?
Tidak. Gunakan blok sebagai kerangka, lalu perbarui saat jadwal sekolah, rapat, atau kebutuhan anak berubah. Pertahankan penanggung jawab dan rencana cadangan tetap jelas.
Sources
[1] https://www.unicef.org/lac/en/parenting-lac/security-protection/families-mastering-teleworking-home-care-children — UNICEF: Recommendations to families on combining working from home with caring for young children [2] https://www.ilo.org/publications/healthy-and-safe-telework — ILO: Healthy and Safe Telework [3] https://www.ilo.org/sites/default/files/wcmsp5/groups/public/@europe/@ro-geneva/@ilo-paris/documents/meetingdocument/wcms_767510.pdf — ILO: Teleworking during the COVID-19 Pandemic and Beyond: A Practical Guide [5] https://www.unicef.org/lac/en/media/11251/file/Teleworking-and-caring-for-children.pdf — UNICEF LAC: Teleworking and Caring for Children
Pertanyaan yang sering diajukan
Kebutuhan setiap pekerjaan dan anak berbeda. Jangan menganggap WFH otomatis berarti tersedia untuk mengasuh sepanjang hari; petakan kebutuhan pengawasan dan bicarakan penyesuaian kerja atau bantuan orang dewasa bila keduanya bertabrakan.
Artikel ini tidak menetapkan usia universal untuk anak tinggal atau beraktivitas tanpa pengawasan. Pertimbangkan kebutuhan anak dan situasi rumah, lalu pastikan pengawasan orang dewasa yang sesuai tersedia. Bila ragu, jangan jadikan tanda visual atau kegiatan mandiri sebagai pengganti orang dewasa.
Jika memungkinkan, atur pengasuh dewasa yang sudah setuju untuk mengambil alih. Bila tidak tersedia, hubungi pihak kerja untuk membahas perubahan waktu, tugas, atau tenggat yang realistis; jangan mengasumsikan setiap pekerjaan bisa diubah.
Tidak. Gunakan blok sebagai kerangka, lalu perbarui saat jadwal sekolah, rapat, atau kebutuhan anak berubah. Pertahankan penanggung jawab dan rencana cadangan tetap jelas.
