Cara Mengajari Anak Mengikat Tali Sepatu: Latihan Bertahap Tanpa Terburu-buru
- Mulai dengan sepatu di meja atau pangkuan, tali yang mudah dipegang, dan arahan satu langkah.
- Metode telinga kelinci dapat diajarkan dalam lima tahap sederhana.
- Latihan mundur memberi anak kesempatan menyelesaikan bagian terakhir lalu bertambah bertahap.
- Jeda saat frustrasi; tanyakan saran profesional jika kekhawatiran perkembangan muncul juga di aktivitas sehari-hari lain.
Cara Mengajari Anak Mengikat Tali Sepatu: Latihan Bertahap Tanpa Terburu-buru
Mengajari anak mengikat tali sepatu akan lebih mudah jika latihannya dipecah menjadi langkah kecil: mulai dengan sepatu di meja atau papan latihan, tunjukkan satu urutan, lalu biarkan anak mencoba sedikit demi sedikit.[2][5] Keterampilan ini memakai koordinasi jari dan kedua tangan, jadi tidak perlu diperlakukan sebagai ujian atau target yang harus dikuasai dalam satu hari.[3]
Panduan American Academy of Pediatrics untuk anak prasekolah menyebut sebagian anak usia 4–5 tahun mungkin sudah dapat mengikat sepatu; kata “mungkin” bukan tenggat yang berlaku untuk semua anak.[4] Fokuslah pada minat anak dan bagian yang sudah bisa ia coba, bukan membandingkan dengan usia atau anak lain.[4]
Siapkan latihan yang lebih mudah
- Pilih tempat yang stabil. Mulai dengan sepatu di atas meja atau di pangkuan anak, bukan langsung di kaki. Duduk saat berlatih agar anak dapat melihat dan menjangkau tali dengan nyaman.[2][5]
- Buat warna talinya berbeda. Dua warna membantu anak membedakan tali yang sedang dipegang dan mengikuti arahan langkah demi langkah.[2][5]
- Pilih tali yang mudah dipegang. Tali yang lebih lebar dan datar cenderung tidak selicin tali kecil berbentuk bulat.[2]
- Kurangi hal yang mengganggu. Beri waktu ketika keluarga tidak sedang terburu-buru; latihan dapat berhenti dan dilanjutkan lain kali.[2]
- Gunakan alat latihan bila perlu. Papan berlubang, pita, atau pembersih pipa dapat menjadi bahan latihan sebelum beralih ke tali sepatu.[5]
Ajarkan metode “telinga kelinci”
Salah satu metode sederhana adalah membuat dua lingkaran seperti telinga kelinci. Demonstrasikan perlahan, lalu ajak anak melakukan satu bagian pada satu waktu.[1]
- Pegang satu ujung tali di masing-masing tangan. Silangkan tali hingga membentuk X.[1]
- Bawa salah satu ujung melewati dan ke bawah tali yang lain, lalu tarik kedua ujungnya untuk membuat simpul awal.[1]
- Buat satu lingkaran dengan masing-masing ujung tali. Sisakan ujung tali yang cukup panjang untuk dipegang.[1]
- Silangkan kedua lingkaran. Masukkan salah satunya melalui celah di bawah persilangan.[1]
- Pegang kedua lingkaran dan tarik hingga simpul pita terbentuk.[1]
Jika gerakan ini terasa rumit, jangan menambahkan instruksi panjang sekaligus.[2][5]
Ulangi bagian yang sedang dipelajari dengan kata yang sama setiap kali, misalnya “silang”, “masuk”, lalu “tarik”.[2]
Panduan untuk orang tua dan terapis juga menyarankan latihan dengan tahapan yang jelas dan dukungan visual.[2][5]
Coba latihan mundur agar anak mendapat giliran berhasil
Pada latihan mundur, orang dewasa mengerjakan sebagian besar urutan dan menyisakan langkah terakhir untuk anak. Setelah anak nyaman menyelesaikan langkah itu, orang dewasa berhenti satu langkah lebih awal sehingga anak mencoba lebih banyak bagian. Porsi yang dikerjakan anak bertambah bertahap.[5]
Misalnya, orang tua membuat simpul dan kedua lingkaran, lalu anak menarik kedua lingkaran hingga kencang.[5]
Pada kesempatan berikutnya, anak bisa mencoba memasukkan salah satu lingkaran sebelum menariknya.[5]
Sesuaikan langkahnya dengan respons anak; tidak ada keharusan untuk maju di setiap sesi.[3][5]
Bila anak mulai kesal atau kehilangan minat, berhenti dulu.[3]
Layanan terapi okupasi anak menyarankan agar latihan berada dalam batas frustrasi anak supaya ia tetap terlibat.[3]
Kembali ke langkah yang sudah terasa mudah atau gunakan bahan yang lebih besar untuk mencoba lagi.[3][5]
Kapan perlu meminta saran?
Kesulitan mengikat tali sepatu saja tidak cukup untuk menilai perkembangan anak. Namun, jika Anda juga khawatir tentang cara anak menggunakan tangan dalam beberapa kegiatan sehari-hari, catat contoh konkretnya dan bicarakan dengan dokter atau tenaga kesehatan yang memantau anak. CDC menganjurkan orang tua menyampaikan kekhawatiran perkembangan kepada dokter anak dan tidak menunggu jika ada kekhawatiran.[6] Informasi ini bukan alat diagnosis.
Pertanyaan umum
Anak umur berapa sebaiknya mulai belajar?
Tidak ada satu umur yang menjadi tenggat di artikel ini. AAP menyebut anak prasekolah mungkin sudah dapat mengikat sepatu, tetapi kesiapan dan kesempatan berlatih dapat berbeda.[4] Coba ketika anak tertarik dan nyaman mengikuti latihan kecil.
Apakah harus langsung berlatih dengan sepatu yang dipakai?
Tidak. Mulai dengan sepatu di meja atau di pangkuan, atau gunakan papan latihan; setelah lebih nyaman, anak dapat mencoba dengan sepatu di kaki.[2][5]
Bagaimana jika cara “telinga kelinci” tidak cocok?
Tetap gunakan satu urutan yang mudah diikuti, atau minta saran guru/terapis okupasi anak tentang cara lain. Sumber terapi okupasi mencatat beberapa metode dapat dicoba dan latihan bisa disesuaikan dengan kebutuhan anak.[2]
Apakah latihan harus dilakukan setiap hari?
Tidak perlu memaksakan jadwal. Beri kesempatan berlatih saat suasana tenang, berhenti bila anak frustrasi, dan lanjutkan ketika ia siap.[2][3]
Sources
[1] https://raisingchildren.net.au/preschoolers/health-daily-care/dressing/shoelaces — Raising Children Network — How to tie shoelaces: teaching kids [2] https://www.yorkhospitals.nhs.uk/seecmsfile/?id=2239 — York and Scarborough Teaching Hospitals NHS Foundation Trust — Occupational Therapy: Learning to Tie Shoelaces [3] https://www.nelft.nhs.uk/what-we-can-help-with — NELFT NHS Foundation Trust — Occupational Therapy resources [4] https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/preschool/Pages/Hand-and-Finger-Skills-of-Your-Preschooler.aspx — American Academy of Pediatrics / HealthyChildren.org — Hand and Finger Skills of Your Preschooler [5] https://cysis.aota.org/wp-content/uploads/2025/06/cysis-shoe-tying-skills-infographic-1.pdf — American Occupational Therapy Association — Shoe Tying Skills Infographic [6] https://www.cdc.gov/act-early/families/concerned.html — CDC — Concerned About Your Child’s Development?
Coba di rumahGratisIkat Tali Sepatu dengan Simpul Pita
Anak mengikat simpul pita dengan dua tangan.
Belum punya app? Langkahnya tetap bisa dibaca di web.Kapan perlu konsultasi
- Jika orang tua khawatir tentang perkembangan anak atau kesulitan keterampilan tampak pada beberapa kegiatan sehari-hari, catat contoh konkretnya dan bicarakan dengan dokter anak atau tenaga kesehatan yang memantau anak; jangan gunakan artikel ini untuk mendiagnosis.
Tanda di atas bukan diagnosis. Ini sinyal untuk ngobrol dengan tenaga profesional supaya si kecil dapat dukungan lebih awal.
Pertanyaan yang sering diajukan
Tidak ada satu umur yang menjadi tenggat. Panduan AAP menyebut anak prasekolah mungkin sudah dapat mengikat sepatu, tetapi kesiapan dan kesempatan berlatih dapat berbeda.
Tidak. Mulai dengan sepatu di meja atau di pangkuan, atau gunakan papan latihan; setelah lebih nyaman, anak dapat mencoba dengan sepatu di kaki.
Tetap gunakan satu urutan yang mudah diikuti, atau minta saran guru atau terapis okupasi anak tentang cara lain.
Tidak perlu memaksakan jadwal. Beri kesempatan berlatih saat suasana tenang, berhenti bila anak frustrasi, dan lanjutkan ketika ia siap.
- 1. Raising Children Network — How to tie shoelaces: teaching kids
- 2. York and Scarborough Teaching Hospitals NHS Foundation Trust — Occupational Therapy: Learning to Tie Shoelaces
- 3. NELFT NHS Foundation Trust — Occupational Therapy resources
- 4. American Academy of Pediatrics / HealthyChildren.org — Hand and Finger Skills of Your Preschooler
- 5. American Occupational Therapy Association — Shoe Tying Skills Infographic
- 6. CDC — Concerned About Your Child’s Development?