Anak Berjalan Jinjit, Apakah Normal? Cara Mengamati dan Kapan Berkonsultasi
- Sesekali berdiri jinjit berbeda dari berjalan terus-menerus dengan ujung kaki.[1]
- Jalan jinjit dapat terlihat saat belajar berjalan; pola yang menetap setelah usia 2 tahun sebaiknya dievaluasi dokter anak.[2][4]
- Catat kapan mulai, satu atau dua sisi, frekuensi, kemampuan menapak dengan tumit, keseimbangan, nyeri, atau kelemahan untuk membantu konsultasi.[3][4]
- Jalan jinjit saja tidak menetapkan penyebab atau diagnosis; minta penilaian individual bila pola menetap atau ada kekhawatiran.[4]
Anak Berjalan Jinjit, Apakah Normal? Cara Mengamati dan Kapan Berkonsultasi
Melihat anak sering berjalan dengan ujung kaki dapat memunculkan pertanyaan: apakah ini bagian dari belajar berjalan, atau perlu dibicarakan dengan tenaga kesehatan? Jawabannya bergantung pada pola dan usia; berjalan jinjit saja tidak cukup untuk menentukan penyebab.[2][4]
Berdiri jinjit tidak sama dengan selalu berjalan jinjit
Pada daftar tonggak usia dua tahun, American Academy of Pediatrics (AAP) mencantumkan kemampuan berdiri berjinjit. Di bagian pemantauan perkembangan yang sama, AAP membedakannya dari pola berjalan yang terus-menerus hanya dengan ujung kaki.[1]
Jadi, sesekali berdiri jinjit saat bermain tidak otomatis berarti anak memiliki masalah.[1]
Berjalan dengan ujung kaki dapat terlihat saat anak sedang belajar berjalan.[2][4]
Namun, AAP menyarankan agar pola berjalan jinjit yang berlanjut setelah usia dua tahun dievaluasi oleh dokter anak.[2] Batas usia ini adalah alasan untuk meminta penilaian, bukan diagnosis atau bukti bahwa pasti ada penyakit.[2][4]
Apa yang dapat diamati di rumah?
Catat beberapa contoh keseharian tanpa mengubahnya menjadi tes. Informasi yang dapat membantu saat konsultasi antara lain kapan pola mulai terlihat, apakah terjadi pada satu atau kedua kaki, seberapa sering anak berjalan jinjit, dan apakah ia dapat menapak dengan tumit saat diminta.[4]
Perhatikan juga apakah pola berubah, apakah anak tampak kesulitan menjaga keseimbangan, atau pernah kehilangan keterampilan yang sebelumnya sudah dikuasai.[3] Bila anak mengeluh nyeri atau lemah pada kaki, atau sulit mengikuti aktivitas fisik bersama anak seusianya, masukkan contoh itu dalam catatan.[4]
Jika keluarga merasa terbantu, catatan singkat atau video pendek dari kegiatan biasa dapat dibawa saat bertemu tenaga kesehatan. Tidak perlu meminta anak mengulang gerakan berkali-kali; tujuan catatan adalah menjelaskan apa yang terlihat, bukan menguji atau memberi label.
Kapan sebaiknya berkonsultasi?
Bicarakan dengan dokter anak atau tenaga kesehatan yang memantau perkembangan bila anak masih berjalan jinjit setelah usia dua tahun.[2] Sampaikan juga bila pola tampak hanya pada satu sisi, keseimbangan atau cara berjalan terasa tidak biasa, kemampuan yang dulu ada menghilang, atau ada keluhan nyeri maupun kelemahan.[3][4]
Pola tersebut tidak memberi tahu penyebabnya dengan sendirinya.[4] AAOS menjelaskan bahwa pada kebanyakan anak dengan jalan jinjit menetap, penyebab pastinya tidak diketahui; hanya sebagian kecil kasus terkait kondisi medis tertentu.[4] Pemeriksaan tenaga kesehatan membantu menilai anak secara individual, sehingga hindari menyimpulkan sendiri bahwa anak memiliki kondisi tertentu berdasarkan satu ciri saja.[4]
Saat membuat janji, bawa catatan pengamatan dan tanyakan apa langkah penilaian yang sesuai untuk usia serta keadaan anak. Jangan mulai latihan korektif, alat penyangga, atau terapi berdasarkan saran umum di internet tanpa arahan tenaga kesehatan; pilihan penanganan bergantung pada hasil pemeriksaan.[4]
Intinya
Berdiri jinjit sesekali dan berjalan jinjit terus-menerus bukan hal yang sama.[1]
Jika pola berjalan berlanjut setelah usia dua tahun atau disertai gangguan keseimbangan maupun hilangnya keterampilan, bicarakan dengan dokter anak.[2][3] Pola satu sisi, nyeri, atau kelemahan juga layak disampaikan saat konsultasi.[4] Catatan konkret membantu menjelaskan kekhawatiran tanpa harus mendiagnosis anak sendiri.
Pertanyaan umum
Apakah anak yang berjalan jinjit pasti mengalami gangguan perkembangan?
Tidak. Jalan jinjit tidak cukup untuk menentukan penyebab; pada banyak anak penyebab persisnya tidak diketahui. Mintalah penilaian tenaga kesehatan bila pola menetap atau ada kekhawatiran lain.[4]
Anak saya baru belajar berjalan dan sesekali jinjit. Apakah perlu panik?
Tidak perlu langsung menyimpulkan ada masalah.
Jalan jinjit dapat terlihat saat anak belajar berjalan, dan berdiri berjinjit tercantum sebagai salah satu tonggak usia dua tahun.[1][2][4]
Amati polanya dan bicarakan dengan dokter anak bila berlanjut setelah usia dua tahun.[2]
Informasi apa yang sebaiknya saya sampaikan saat konsultasi?
Ceritakan kapan pola dimulai, apakah satu atau dua sisi, seberapa sering terjadi, apakah anak bisa menapak dengan tumit saat diminta, serta ada tidaknya nyeri, kelemahan, atau kesulitan keseimbangan.[3][4]
Sources
[1] https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/toddler/Pages/Developmental-Milestones-2-Year-Olds.aspx — Developmental Milestones: 2 Year Olds — HealthyChildren.org / AAP > "Fails to develop a mature heel-toe walking pattern after several months of walking, or walks exclusively on his toes" > "Stands on tiptoe" [2] https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/toddler/Pages/Shoes-for-Active-Toddlers.aspx?form=HealthyChildren — Shoes for Active Toddlers — HealthyChildren.org / AAP > "Although normal during early walking, walking on the toes or the balls of the feet after 2 years of age should be evaluated. Ask your pediatrician to determine whether your child has a problem that requires treatment." [3] https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/Pages/Is-Your-Babys-Physical-Development-on-Track.aspx — Is Your Baby’s Physical Development on Track? — HealthyChildren.org / AAP > "Has a hard time staying balanced or has unusual gait when walking or running" [4] https://orthoinfo.aaos.org/diseases--conditions/toe-walking — Toe Walking — OrthoInfo / AAOS > "Toe walking is common in children who are learning to walk. After the age of 2, however, most children outgrow toe walking and begin to walk with a normal heel-to-toe pattern." > "In the vast majority of cases, however, persistent toe walking is idiopathic, which means that the exact cause is not known."
Kapan perlu konsultasi
- Bicarakan dengan dokter anak bila anak masih berjalan jinjit setelah usia dua tahun.[2]
- Sampaikan pola satu sisi, cara berjalan atau keseimbangan yang tidak biasa, hilangnya keterampilan, nyeri, atau kelemahan.[3][4]
Tanda di atas bukan diagnosis. Ini sinyal untuk ngobrol dengan tenaga profesional supaya si kecil dapat dukungan lebih awal.
Pertanyaan yang sering diajukan
Tidak. Jalan jinjit tidak cukup untuk menentukan penyebab; pada banyak anak penyebab persisnya tidak diketahui. Mintalah penilaian tenaga kesehatan bila pola menetap atau ada kekhawatiran lain.[4]
Tidak perlu langsung menyimpulkan ada masalah. Jalan jinjit dapat terlihat saat anak belajar berjalan, dan berdiri berjinjit tercantum sebagai salah satu tonggak usia dua tahun.[1][2][4] Amati polanya dan bicarakan dengan dokter anak bila berlanjut setelah usia dua tahun.[2]
Ceritakan kapan pola dimulai, apakah satu atau dua sisi, seberapa sering terjadi, apakah anak bisa menapak dengan tumit saat diminta, serta ada tidaknya nyeri, kelemahan, atau kesulitan keseimbangan.[3][4]
