Pengasuh AnakPengasuh AnakBayi, balita, dan anak prasekolah

Anak Lebih Dekat dengan Pengasuh? Bangun Koneksi Tanpa Bersaing

TM
Tim MainStory21 Okt 2026 · 9 menit baca
Inti artikel
  • Kedekatan anak dengan pengasuh tidak otomatis berarti hubungan orang tua–anak rusak.
  • Catat konteks perilaku selama tujuh hari sebelum mengubah pola pengasuhan.
  • Bangun satu atau dua ritual orang tua–anak yang singkat, konsisten, dan responsif.
  • Jadikan pengasuh mitra transisi, bukan pesaing.
  • Pisahkan konsultasi relasi dari respons segera terhadap kekhawatiran keselamatan.

Anak Lebih Dekat dengan Pengasuh? Bangun Koneksi Tanpa Bersaing

Ketika anak berlari ke pengasuh saat menangis, meminta disuapi olehnya, atau menolak digendong orang tua, rasa sedih dan cemburu bisa muncul. Namun, satu momen preferensi tidak otomatis berarti hubungan orang tua–anak rusak. Pada masa bayi, ikatan dapat terbentuk dengan lebih dari satu pengasuh, dengan harapan yang berbeda terhadap tiap orang.[3]

Tujuan artikel ini bukan “merebut kembali” anak. Tujuannya adalah memahami apa yang sedang anak komunikasikan, menjaga hubungan aman dengan pengasuh, dan menambah momen koneksi yang konsisten antara orang tua dan anak. Karena topik ini menyangkut relasi dan perkembangan anak, gunakan panduan ini sebagai informasi umum, bukan diagnosis pola keterikatan.

Kedekatan bukan kompetisi

ZERO TO THREE menjelaskan bahwa bayi dapat memiliki ikatan dengan lebih dari satu pengasuh.[3] Jadi, kenyamanan bayi bersama pengasuh tidak otomatis mengurangi ikatannya dengan orang tua. Untuk balita dan anak prasekolah, perilaku memilih satu orang pada satu momen juga perlu dibaca dalam konteks rutinitas, kebutuhan, dan tahap perkembangannya—bukan dipakai sebagai tes kasih sayang.

Tanyakan:

  • Siapa yang biasanya hadir saat anak lapar, lelah, atau baru bangun?
  • Siapa yang paling sering menjalankan rutinitas tertentu?
  • Apakah anak memilih pengasuh untuk satu kebutuhan, tetapi mencari orang tua untuk kebutuhan lain?
  • Apakah preferensi muncul setelah perubahan jadwal, perjalanan dinas, sakit, atau pergantian pengasuh?
  • Apakah anak tetap dapat bermain, mencari bantuan, dan kembali tenang bersama orang tua pada waktu lain?

Jangan meminta anak membuktikan siapa yang lebih dicintai. Catat perilaku yang terlihat, bukan kesimpulan tentang isi hati anak.

Bedakan fakta dari tafsir

Selama tujuh hari, tulis apa yang terjadi—kapan—siapa yang hadir—apa yang membantu.

Catatan faktual Hindari kesimpulan
“Saat bangun, anak menangis dan meminta digendong pengasuh.” “Anak tidak sayang Ibu.”
“Anak mau makan ketika pengasuh memakai lagu yang sama.” “Anak hanya nurut pengasuh.”
“Saat orang tua pulang, anak menyelesaikan permainan dulu.” “Anak sudah melupakan orang tua.”

Catatan seperti ini dapat menunjukkan bahwa pengasuh membaca isyarat lapar lebih cepat, lagu tertentu sudah menjadi penanda makan, atau anak memerlukan waktu transisi sebelum menyambut orang tua.

HealthyChildren menyebut perubahan pengasuh yang mendadak dapat membuat anak terganggu meski pengasuh baru baik dan kompeten.[5] Karena itu, jangan langsung mengganti atau menjauhkan pengasuh hanya untuk menguji apakah anak akan kembali memilih orang tua.

Respons yang sebaiknya dihindari

Menjadikan anak juri

Hindari pertanyaan seperti “lebih sayang Mama atau Mbak?” Anak tidak perlu memikul kecemasan orang dewasa atau memilih salah satu hubungan.

Merendahkan pengasuh di depan anak

Jika ada masalah kerja, bahas langsung dan privat dengan contoh konkret. Jangan membuat anak merasa bahwa salah satu orang dewasa yang merawatnya adalah musuh.

Mengambil alih semua rutinitas sekaligus

Mengubah pola makan, tidur, mandi, bermain, dan antar-jemput pada hari yang sama membuat sulit mengetahui perubahan mana yang membantu. Pilih satu atau dua momen koneksi yang sanggup dipertahankan.

Memaksa kedekatan

Tawarkan kontak, jangan memaksa. Orang tua dapat berkata, “Ayah senang bertemu kamu. Ayah duduk di sini kalau kamu mau dekat.”

Menghilang tanpa pamit

Untuk anak yang mengalami kecemasan perpisahan, rutinitas pamit yang singkat dan konsisten serta janji kembali yang ditepati dapat membantu membangun kepercayaan.[7] Jangan menyelinap pergi agar anak tidak menangis.

Rencana koneksi tujuh hari

Rencana ini bukan terapi dan tidak menjanjikan perubahan dalam seminggu. Fungsinya adalah menemukan pola kecil yang bisa diulang.

Hari 1: petakan tiga momen penting

Pilih tiga momen, misalnya bangun pagi, orang tua pulang, dan sebelum tidur. Catat respons anak, kebiasaan pengasuh, serta kondisi lapar, lelah, atau sakit.

Hari 2: pilih satu ritual milik orang tua

Pilih ritual 5–10 menit yang realistis: membaca satu buku, menyiram tanaman, atau mengobrol sambil menyiapkan buah. Yang penting bukan kemewahan atau durasinya, melainkan kemampuan keluarga mengulangnya.

Hari 3: ikuti minat anak

Harvard Center on the Developing Child menggambarkan serve and return sebagai pertukaran bolak-balik ketika anak memberi isyarat—melalui tatapan, suara, gerak, atau tangisan—lalu orang dewasa merespons dengan perhatian, kata, atau sentuhan.[4] Selama 10 menit, matikan notifikasi, amati minat anak, lalu ikuti dan tanggapi tanpa mengarahkan semua permainan.

Hari 4: gunakan jembatan dari pengasuh ke orang tua

Minta pengasuh membantu transisi:

“Tadi kamu menyusun balok tinggi. Sekarang Bunda sudah pulang. Mau tunjukkan baloknya bersama-sama?”

Setelah beberapa menit, pengasuh dapat mundur. Jembatan ini menegaskan bahwa kedua orang dewasa bekerja sebagai tim.

Hari 5: perbaiki satu titik yang sering macet

Jika anak selalu meminta pengasuh saat makan, pelajari urutannya: posisi duduk, alat makan, lagu, atau cara menawarkan makanan. Orang tua dapat menjalankan satu bagian dengan pola yang familier, sementara pengasuh tetap dekat pada awalnya.

Hari 6: buat pamit dan reuni yang dapat diprediksi

Saat pergi, berikan perhatian penuh, sebutkan kapan kembali dengan bahasa yang dipahami anak, lalu pamit singkat. HealthyChildren menganjurkan rutinitas perpisahan yang konsisten dan menepati janji kembali.[7]

Saat pulang:

  1. sapa anak dengan hangat;
  2. terima laporan penting dari pengasuh;
  3. beri anak waktu menyelesaikan kegiatan;
  4. tawarkan ritual koneksi yang sudah dipilih.

Hari 7: tinjau tanpa memberi skor kasih sayang

Tanyakan apa yang terasa lebih mudah, isyarat apa yang mulai terbaca, dan ritual mana yang realistis. Pertahankan satu atau dua kebiasaan. Jangan mengubah rencana menjadi tes apakah anak akhirnya memilih orang tua.

Bagi peran tanpa membentuk kubu

UNICEF menekankan permainan, komunikasi responsif, dan pengasuhan penuh kasih sebagai bagian dari dukungan perkembangan anak.[6] Orang tua dan pengasuh dapat berbagi cara membaca isyarat anak agar respons tidak saling bertentangan.

Gunakan pertemuan mingguan singkat:

  1. Isyarat lapar, lelah, takut, atau ingin bermain apa yang terlihat?
  2. Respons apa yang membantu dan apa yang tidak?
  3. Rutinitas mana yang perlu sama di antara orang dewasa?
  4. Bagian mana yang ingin orang tua lakukan langsung secara konsisten?

Sepakati bahwa pengasuh memberi laporan faktual, orang tua tidak membatalkan aturan hanya untuk memenangkan hati anak, foto atau cerita pribadi tidak dibagikan tanpa izin, dan konflik kerja tidak dibahas di depan anak.

Jika tugas atau jam pengasuh berubah, bicarakan dampaknya pada beban kerja dan kompensasi. Hubungan yang aman bagi anak tidak perlu dibangun dengan membuat posisi pengasuh tidak aman.

Ketika waktu orang tua terbatas

Interaksi responsif membantu kualitas hubungan, tetapi tidak berarti jumlah waktu, stabilitas, dan ketersediaan orang tua tidak penting. Keluarga tetap perlu menyediakan waktu pengasuhan yang memadai dan dapat diprediksi sesuai kebutuhan anak. Di dalam waktu yang tersedia, serve and return membantu orang dewasa memperhatikan dan menanggapi isyarat anak secara bolak-balik.[4]

Coba tiga jangkar:

  • Pagi: kontak mata, satu kalimat tentang rencana hari ini, dan pamit yang konsisten.
  • Reuni: waktu singkat tanpa ponsel untuk mengikuti minat anak.
  • Malam: satu ritual tenang, misalnya buku, lagu, atau percakapan tentang hari itu.

Janji kecil yang konsisten lebih mudah dipahami anak daripada rencana besar yang sering batal.

Jika pengasuh berhenti bekerja

Jangan meminta pengasuh pergi mendadak semata-mata karena anak dekat dengannya. HealthyChildren mencatat bahwa perubahan pengasuh mendadak dapat membuat anak terganggu.[5]

Bila hubungan kerja memang harus berakhir dan situasinya aman:

  • beri penjelasan sederhana dan jujur;
  • gunakan kalender atau hitung jumlah tidur sebelum hari terakhir;
  • pertahankan rutinitas rumah yang familier;
  • izinkan anak sedih atau mencari pengasuh;
  • hindari menyalahkan salah satu pihak di depan anak;
  • sepakati batas kontak setelah hubungan kerja berakhir.

Jika muncul kekhawatiran keselamatan

Bagian ini berbeda dari rasa cemburu atau preferensi biasa. Bila ada bahaya langsung, jauhkan anak dari situasi berbahaya bila dapat dilakukan dengan aman dan hubungi layanan darurat setempat. Jangan menunggu transisi bertahap.

Jika anak menceritakan dugaan kekerasan, dengarkan dengan tenang, katakan bahwa ia benar sudah bercerita dan bahwa kejadian itu bukan kesalahannya. Jangan menunjukkan ketidakpercayaan, jangan mengonfrontasi orang yang diduga melakukan kekerasan di depan anak, dan jelaskan bahwa orang dewasa akan mencari bantuan.[9] Catat kata-kata anak seakurat mungkin tanpa mengubahnya menjadi interogasi.

Di Indonesia, SAPA 129 adalah layanan pengaduan Kementerian PPPA untuk kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.[8] Gunakan SAPA 129 untuk pengaduan dan pendampingan; untuk bahaya langsung atau kondisi medis darurat, hubungi layanan darurat, fasilitas kesehatan, atau kepolisian sesuai situasi. Kebutuhan keselamatan tidak boleh diperlakukan sebagai konsultasi relasi biasa.

Kapan perlu berkonsultasi?

Kecemasan perpisahan dapat menjadi bagian normal perkembangan. HealthyChildren menyarankan berbicara dengan dokter anak jika anak tidak beradaptasi saat berpisah, terutama bila kecemasan menetap setiap hari setelah masa prasekolah.[7]

Konsultasikan dengan dokter anak atau psikolog anak bila orang tua khawatir anak tidak beradaptasi terhadap perpisahan, atau bila kecemasan terus mengganggu rutinitas keluarga. Untuk dugaan kekerasan, rasa takut terhadap orang tertentu, atau bahaya langsung, gunakan jalur perlindungan dan keselamatan di atas—jangan menunggu konsultasi perkembangan rutin.

Kecemasan orang tua juga layak mendapat dukungan bila rasa bersalah atau persaingan terus memicu konflik dengan anak, pasangan, atau pengasuh. Jangan gunakan artikel, foto, atau rekaman singkat untuk mendiagnosis pola keterikatan; penilaian profesional memerlukan konteks yang lebih lengkap.

Checklist dua minggu

  • Kami mencatat perilaku tanpa label “lebih sayang”.
  • Kami memilih satu ritual orang tua–anak yang realistis.
  • Kami menjalankan waktu singkat tanpa ponsel dan mengikuti minat anak.
  • Pengasuh membantu transisi tanpa dijadikan pesaing.
  • Pamit dan reuni memakai urutan yang dapat diprediksi.
  • Konflik kerja dibahas privat, bukan di depan anak.
  • Perubahan tugas, jam, atau pengasuh tidak dilakukan impulsif.
  • Kami membedakan konsultasi relasi dari respons terhadap kekhawatiran keselamatan.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah bayi yang lebih mudah ditenangkan pengasuh berarti tidak dekat dengan orang tua?

Tidak otomatis. Bayi dapat membentuk ikatan dengan lebih dari satu pengasuh dan memiliki harapan berbeda terhadap tiap orang.[3] Lihat pola hubungan secara keseluruhan, bukan satu kejadian.

Haruskah jam pengasuh dikurangi agar anak kembali dekat dengan orang tua?

Tidak sebagai reaksi pertama. Tambahkan ritual orang tua–anak yang konsisten dan perbaiki transisi. Perubahan pengasuh mendadak dapat mengganggu anak.[5]

Bolehkah pengasuh membantu anak menyambut orang tua?

Boleh. Pengasuh dapat membuat jembatan dengan menceritakan aktivitas anak, lalu memberi ruang bagi orang tua mengambil alih.

Berapa lama orang tua perlu bermain dengan fokus penuh?

Tidak ada angka universal yang menjamin kedekatan. Mulai dari durasi singkat yang realistis, lalu perhatikan dan respons isyarat anak secara bolak-balik.[4]

Apakah rasa cemburu orang tua itu salah?

Perasaan itu dapat muncul. Yang penting adalah tidak menjadikan anak atau pengasuh sasaran persaingan dan mencari dukungan bila kecemasan terus mengganggu hubungan.

Ringkasan

Kedekatan anak dengan pengasuh tidak otomatis berarti hubungan dengan orang tua rusak. Pada bayi, ikatan dapat terbentuk dengan lebih dari satu pengasuh.[3] Alih-alih bersaing, orang tua dapat membaca konteks, membuat ritual kecil yang konsisten, mengikuti isyarat anak, dan bekerja sebagai tim dengan pengasuh. Konsultasikan kesulitan perpisahan yang menetap, tetapi gunakan jalur perlindungan segera bila ada kekhawatiran keselamatan.

Sources

[3] https://www.zerotothree.org/resource/reflections-on-the-attachment-relationship-between-an-infant-and-caregiver/ — ZERO TO THREE: The Attachment Relationship in Infancy [4] https://developingchild.harvard.edu/key-concept/serve-and-return/ — Harvard Center on the Developing Child: Serve and Return [5] https://www.healthychildren.org/English/family-life/work-and-child-care/Pages/preparing-your-child-for-child-care.aspx — HealthyChildren: Preparing Your Child for Child Care [6] https://unicef.org/lac/en/care-child-development — UNICEF: Care for Child Development [7] https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/toddler/Pages/soothing-your-childs-separation-anxiety.aspx — HealthyChildren: How to Ease Your Child’s Separation Anxiety [8] https://laporsapa129.kemenpppa.go.id/ — Kementerian PPPA: SAPA 129 [9] https://www.nspcc.org.uk/keeping-children-safe/reporting-abuse/what-to-do-child-reveals-abuse/ — NSPCC: What to do if a child reveals abuse

Coba di rumahGratis
Sensory Play15-20 menit12 - 15 Bulan

Cilukbaa

Bayi mengantisipasi kemunculan benda dari berbagai tempat

Belum punya app? Langkahnya tetap bisa dibaca di web.
Coba di rumahGratis
Arts & Crafts20-25 menit18 - 21 Bulan

Buat Boneka Jari untuk Cerita Bersama

Anak membuat boneka jari lalu memainkan cerita bersama di satu panggung.

Belum punya app? Langkahnya tetap bisa dibaca di web.

Kapan perlu konsultasi

  • Konsultasikan dengan dokter anak atau psikolog anak bila anak tidak beradaptasi terhadap perpisahan atau kecemasan terus mengganggu rutinitas keluarga.
  • Gunakan jalur perlindungan segera bila anak mengungkapkan dugaan kekerasan atau ada bahaya langsung; jangan menunggu konsultasi perkembangan rutin.
  • Pertimbangkan dukungan profesional bila kecemasan orang tua memicu konflik atau persaingan yang terus mengganggu hubungan.

Tanda di atas bukan diagnosis. Ini sinyal untuk ngobrol dengan tenaga profesional supaya si kecil dapat dukungan lebih awal.

Pertanyaan yang sering diajukan

Tidak otomatis. Bayi dapat membentuk ikatan dengan lebih dari satu pengasuh dan memiliki harapan berbeda terhadap tiap orang. Lihat pola hubungan secara keseluruhan, bukan satu kejadian.

Gratis, tanpa bayar
Pantau tumbuh kembang si kecil di appAktivitas harian sesuai usia, checklist milestone, dan grafik pertumbuhan.
Get it on Google Play
Download on the App Store
Biar si kecil belajar bersama temanCoba sehari di daycare MainStory terdekat: kegiatan penuh, laporan harian ke HP Mama.Cari daycare & coba trial

Baca juga

Cek milestone si kecilGratis di app MainStory
Buka app

Yuk

Daftar ke

MainStory Logo