Pengasuhan AnakPengasuhan Anak

Nanny atau Pengasuh Anak: Tugas, Perbedaan, dan Cara Memilih

TM
Tim MainStory15 Okt 2026 · 10 menit baca
Inti artikel
  • Nilai kompetensi dan perilaku kandidat, bukan label jabatan.
  • Gunakan deskripsi kerja dan lembar skor berbasis bukti agar keputusan tidak hanya berdasarkan kesan.
  • Mulai uji coba berbayar dengan observasi bersama, akses terbatas, dan tanggung jawab bertahap.
  • Obat hanya diberikan dengan izin tertulis yang sesuai resep atau label; jangan menebak atau mengulang dosis.
  • Hubungi bantuan darurat untuk bahaya langsung; SAPA 129 khusus pelaporan dan pendampingan kekerasan.

Nanny atau Pengasuh Anak: Tugas, Perbedaan, dan Cara Memilih

Memilih nanny atau pengasuh anak bukan hanya soal menemukan orang yang tersedia. Keluarga perlu menyepakati tugas, cara mengasuh, prosedur keselamatan, batas privasi, dan cara mengevaluasi kerja. Artikel ini membantu orang tua membandingkan pilihan, mewawancarai kandidat, dan menjalankan uji coba secara bertahap.

Karena pembahasannya mencakup obat, alergi, kegawatdaruratan, dan perlindungan anak, gunakan panduan ini sebagai informasi umum—bukan nasihat medis atau hukum. Untuk kondisi kesehatan anak, ikuti resep atau label obat dan arahan dokter/apoteker. Untuk pengaturan kerja, periksa ketentuan yang berlaku atau konsultasikan dengan pihak yang berwenang.

Apa beda nanny dan pengasuh anak?

Dalam percakapan sehari-hari, nanny dan pengasuh anak sering merujuk pada orang yang rutin mendampingi anak di rumah. Label tidak membuktikan pelatihan atau kompetensi. Dua kandidat dengan jabatan yang sama bisa memiliki pengalaman, cara disiplin, dan kesiapan darurat yang berbeda.

Jika peran juga mencakup memasak untuk seluruh keluarga, mencuci pakaian semua penghuni, atau membersihkan rumah secara menyeluruh, tuliskan pembagian kerja itu secara khusus. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 2 Tahun 2015 tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga berstatus berlaku dan mengatur perlindungan PRT serta tata kelola lembaga penyalur.[1] Kesepakatan tertulis membantu kedua pihak memahami tugas, waktu kerja, istirahat, kompensasi, dan cara mengubah kesepakatan.

Nanny, babysitter, atau daycare?

Pilihan Pola umum Perlu diperiksa
Nanny/pengasuh Pengasuhan rutin di rumah; tinggal dalam atau pulang-pergi Pengalaman sesuai usia anak, referensi, tugas, jadwal, komunikasi, dan prosedur keselamatan
Babysitter Penjagaan singkat atau sesekali Kontak darurat, kebutuhan anak, aturan rumah, dan kesiapan menangani insiden
Daycare/TPA Pengasuhan di fasilitas dengan beberapa anak dan petugas Legalitas/identitas lembaga, rasio pengasuh-anak, keamanan, kebersihan, penjemputan, serta kebijakan anak sakit

WHO menjelaskan bahwa nurturing care mencakup kesehatan, gizi, rasa aman, pengasuhan responsif, dan kesempatan belajar sejak lahir.[3] UNICEF juga menekankan permainan, komunikasi, serta kemampuan pengasuh mengamati, menafsirkan, dan merespons sinyal anak.[4] Gunakan prinsip ini untuk menilai mutu interaksi, bukan sekadar banyaknya pekerjaan rumah yang selesai.

Tugas nanny yang realistis

Tugas inti dapat mencakup:

  • mengawasi anak secara aktif sesuai usia dan situasi;
  • membantu makan, mandi, mengganti popok, dan rutinitas tidur sesuai kesepakatan;
  • mengajak anak berbicara, membaca, bermain, dan bergerak sesuai usia;
  • merapikan perlengkapan anak setelah digunakan;
  • mengantar anak hanya dengan izin dan prosedur penjemputan yang jelas;
  • mencatat makan, tidur, buang air, suasana hati, obat yang diberikan, dan insiden;
  • segera menghubungi orang tua saat ada cedera, demam, reaksi alergi, kesalahan obat, kehilangan pengawasan, atau situasi tidak biasa.

Sesuaikan tugas dengan usia, kesehatan, disabilitas, dan rutinitas anak. Jangan meminta pengasuh mendiagnosis penyakit, memilih obat baru, atau mengubah dosis. Hindari beban serentak yang mengganggu pengawasan, misalnya mengawasi bayi sambil membersihkan seluruh rumah dan memasak untuk keluarga besar.

Template deskripsi kerja satu halaman

Salin dan isi lembar ini bersama kandidat. Bagian kosong mencegah keluarga mengandalkan asumsi.

Bagian Isi yang disepakati
Anak Nama panggilan, usia, kebutuhan komunikasi, alergi/kondisi yang relevan
Jadwal Hari, jam mulai-selesai, istirahat, aturan lembur, tinggal dalam/pulang-pergi
Tiga tugas utama 1. ___ 2. ___ 3. ___
Di luar tugas ___
Rutinitas Makan ___; tidur ___; sekolah/aktivitas ___; gawai ___
Keselamatan Kontak darurat ___; fasilitas kesehatan rujukan ___; penjemput yang disetujui ___
Komunikasi Laporan melalui ___ pada pukul ___; kejadian yang wajib dilaporkan segera ___
Privasi Aturan foto/video ___; media sosial ___; tamu ___; kamera rumah ___
Kerja Kompensasi ___; hari istirahat ___; cuti/izin ___; transportasi/makan ___
Evaluasi Masa uji coba ___; tanggal tinjauan ___; pihak yang memberi instruksi ___

Berikan salinan kepada pengasuh. Jika kebutuhan berubah, bicarakan beban, waktu, dan kompensasinya sebelum menambah tugas.

Pertanyaan wawancara yang menguji cara berpikir

Ajukan pertanyaan terbuka:

  1. Anak usia berapa yang pernah Anda asuh, berapa lama, dan tugas apa yang Anda lakukan sendiri?
  2. Apa yang Anda lakukan saat anak menangis dan penyebabnya belum jelas?
  3. Bagaimana menghadapi anak yang menolak makan atau tantrum tanpa membentak, mempermalukan, mengancam, atau memukul?
  4. Apa langkah Anda jika anak tersedak, jatuh, demam, atau mengalami reaksi alergi?
  5. Kapan Anda menghubungi orang tua segera, dan kapan kejadian cukup masuk laporan harian?
  6. Bagaimana memastikan hanya orang yang disetujui yang menjemput anak?
  7. Ceritakan kesalahan yang pernah terjadi saat bekerja dan cara Anda melaporkannya.
  8. Tugas apa yang belum pernah Anda lakukan atau membutuhkan pelatihan?

Jawaban “saya belum tahu, saya akan menjauhkan anak dari bahaya dan mencari bantuan yang tepat” dapat lebih aman daripada klaim mampu menangani semua keadaan. Untuk keterampilan pertolongan pertama, minta bukti pelatihan yang masih relevan atau rencanakan pelatihan; jangan menguji kandidat dengan simulasi yang membahayakan anak.

Lembar skor wawancara yang siap dipakai

Beri nilai 1 = belum meyakinkan, 2 = perlu verifikasi, atau 3 = jelas dan disertai contoh. Catat bukti, bukan kesan umum.

Kriteria Nilai 1–3 Bukti/catatan
Pengalaman sesuai usia/kebutuhan anak ___ ___
Keselamatan dan respons darurat ___ ___
Disiplin tanpa kekerasan ___ ___
Komunikasi dan kejujuran saat salah ___ ___
Pengasuhan responsif dan aktivitas ___ ___
Kesediaan mengikuti batas kerja/privasi ___ ___

Jangan menjumlahkan skor sebagai satu-satunya keputusan. Nilai tinggi tidak menghapus red flag seperti referensi palsu, dukungan pada kekerasan, atau pengabaian alergi.

Verifikasi minimum sebelum uji coba

Dengan persetujuan kandidat:

  • cocokkan identitas dengan orang yang hadir;
  • hubungi referensi melalui jalur yang dapat diverifikasi;
  • tanyakan hubungan kerja, periode kerja, usia anak, tugas, keandalan, komunikasi, alasan pekerjaan berakhir, dan apakah kandidat akan dipekerjakan kembali;
  • jelaskan kompensasi uji coba, jadwal, tugas, batas akses, dan cara menghentikannya;
  • siapkan kontak orang tua, kontak cadangan, alamat fasilitas kesehatan, informasi alergi, dan prosedur penjemputan.

Jangan meminta atau menyimpan data pribadi yang tidak relevan. Pemeriksaan referensi mengurangi ketidakpastian, tetapi tidak menjamin perilaku seseorang pada masa depan.

Masa percobaan yang aman dan bertahap

Uji coba harus berbayar dan tidak dimulai dengan meninggalkan kandidat sendirian bersama anak.

Tahap 1 — observasi bersama. Orang tua memperkenalkan anak, menunjukkan rutinitas, menjelaskan area rumah, dan memperagakan prosedur. Kandidat berinteraksi saat orang tua hadir dan dapat menghentikan situasi.

Tahap 2 — tugas terbatas dengan pengawasan dekat. Kandidat mencoba satu rutinitas, misalnya bermain atau menyiapkan makan anak, sementara orang tua tetap mudah menjangkau. Jangan berikan kunci, akses penuh rumah, kata sandi, dokumen anak, atau izin bepergian sebelum diperlukan dan disepakati.

Tahap 3 — tanggung jawab bertahap. Hanya setelah identitas dan referensi minimum selesai, aturan keselamatan dipahami, dan interaksi awal dinilai aman, tambah durasi atau kemandirian sedikit demi sedikit. Berikan akses hanya yang diperlukan untuk tugasnya.

Hentikan uji coba segera jika ada kekerasan, ancaman, penghinaan, pelanggaran serius aturan penjemputan atau obat, upaya menyembunyikan insiden, kehilangan pengawasan, penggunaan zat yang mengganggu kewaspadaan, atau perilaku yang menempatkan anak dalam bahaya. Untuk masalah non-darurat seperti perbedaan gaya komunikasi, catat contoh konkret dan bahas pada waktu evaluasi.

Kartu observasi uji coba

Setelah setiap sesi, isi ya/tidak + contoh:

  • anak tetap terlihat atau terpantau sesuai usia dan situasi;
  • kandidat merespons tanda lapar, lelah, takut, atau ingin berinteraksi;
  • instruksi makan, tidur, alergi, obat, dan penjemputan diikuti;
  • ponsel tidak mengalihkan perhatian;
  • sentuhan dan bahasa menghormati anak;
  • kesalahan atau insiden dilaporkan tanpa ditutupi;
  • batas tugas dan privasi dihormati.

Protokol obat: tidak boleh berdasarkan ingatan saja

Obat hanya boleh diberikan pengasuh jika orang tua telah mengizinkan secara tertulis dan instruksinya sesuai dengan resep atau label. Kementerian Kesehatan mengingatkan agar petunjuk kemasan/label dibaca, produk anak diperiksa, dosis dipastikan sesuai, dan dokter atau apoteker ditanya bila ada yang tidak dipahami.[5]

Gunakan catatan pemberian obat berikut:

Sebelum memberi Catat setelah memberi
nama anak yang benar tanggal dan jam aktual
nama obat dan kekuatan/konsentrasi nama obat dan jumlah yang diberikan
dosis atau jumlah yang tertulis rute/cara pemberian
waktu pemberian terakhir dan berikutnya nama orang yang memberikan
rute/cara pemberian respons atau kejadian tidak biasa
alergi dan tanggal kedaluwarsa orang tua yang diberi kabar, bila diperlukan

Simpan obat dalam kemasan berlabel dan di luar jangkauan anak. Jangan memberi obat milik orang lain, menggunakan sendok makan rumah untuk mengukur obat cair, menggandakan dosis yang terlewat, memberikan obat baru, atau mengubah dosis tanpa konfirmasi dokter/apoteker dan persetujuan orang tua.

Jika instruksi tidak cocok dengan label/resep, dosis terlewat, anak memuntahkan obat, atau catatan pemberian tidak jelas, jangan menebak atau mengulang dosis. Hentikan langkah berikutnya, jauhkan obat dari anak, lalu hubungi orang tua dan dokter/apoteker untuk arahan. Jika obat yang salah atau dosis berlebih mungkin telah diberikan, atau anak mengalami sesak, tidak sadar, kejang, atau gejala berat lain, cari bantuan medis darurat terlebih dahulu dan beri tahu orang tua. Kemenkes menyatakan kelebihan dosis parasetamol memerlukan pertolongan medis meski belum ada gejala.[5]

Batas kerja, privasi, dan safeguarding

Judul resmi UU Nomor 35 Tahun 2014 adalah Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.[2] Di rumah, prinsip perlindungan anak perlu diterjemahkan menjadi aturan yang dapat diamati:

  • tidak memukul, mencubit, mengguncang, membentak, mengancam, mempermalukan, atau meminta anak merahasiakan interaksi;
  • tidak memaksa pelukan atau ciuman;
  • perawatan tubuh dilakukan seperlunya, dengan bahasa sopan dan sesuai usia;
  • foto, video, nama, lokasi, dan sekolah anak tidak dibagikan tanpa izin;
  • anak hanya diserahkan kepada penjemput yang telah disetujui dan diverifikasi;
  • izin diperlukan sebelum membawa anak keluar atau naik kendaraan;
  • cedera, kehilangan pengawasan, kesalahan obat, dan pelanggaran batas dilaporkan segera;
  • lokasi dan tujuan kamera rumah dijelaskan kepada pengasuh; penggunaan kamera tetap mengikuti aturan privasi dan hukum yang berlaku.

Ajarkan anak bahasa yang wajar untuk bagian tubuh, hak menolak sentuhan yang membuat tidak nyaman, dan siapa orang dewasa tepercaya yang dapat dihubungi. Namun, jangan membebankan pencegahan kekerasan kepada anak; orang dewasa tetap bertanggung jawab membangun sistem yang aman.

Red flags dan langkah saat darurat

Red flags meliputi identitas atau referensi yang tidak konsisten, pembenaran terhadap kekerasan, permintaan agar anak menyimpan rahasia, usaha mengisolasi anak, foto tanpa izin, pengabaian alergi/obat/penjemputan, cedera dengan penjelasan tidak masuk akal, atau upaya menutupi insiden.

Jika ada bahaya langsung, pindahkan anak ke tempat aman bila dapat dilakukan tanpa menambah risiko. Untuk kondisi medis yang mengancam nyawa, hubungi layanan darurat setempat terlebih dahulu, kemudian orang tua; PSC 119 adalah layanan cepat tanggap darurat kesehatan Kementerian Kesehatan untuk situasi kritis.[6] Ketersediaan atau respons layanan dapat berbeda menurut wilayah, jadi keluarga juga perlu menyimpan nomor fasilitas kesehatan terdekat.

Untuk dugaan atau kejadian kekerasan terhadap anak, SAPA 129 menerima laporan melalui telepon 129, WhatsApp 08-111-129-129, atau formulir daring.[7] SAPA 129 adalah kanal pelaporan dan pendampingan kekerasan, bukan pengganti bantuan medis atau kepolisian dalam keadaan darurat.

Checklist keputusan akhir

Sebelum pengasuh bekerja mandiri, pastikan keluarga telah:

  • memverifikasi identitas dan referensi minimum dengan persetujuan kandidat;
  • menyelesaikan observasi bersama dan uji tugas terbatas;
  • menulis tugas, jadwal, kompensasi, istirahat, dan evaluasi;
  • menjelaskan disiplin tanpa kekerasan, privasi, foto, tamu, perjalanan, dan penjemputan;
  • menyiapkan informasi alergi, instruksi obat tertulis, kontak darurat, dan fasilitas kesehatan;
  • memberikan akses rumah dan data secara bertahap sesuai kebutuhan;
  • menetapkan kondisi penghentian uji coba dan rencana cadangan;
  • menjadwalkan evaluasi setelah sesi pertama, minggu pertama, dan akhir masa uji coba.

Pilih berdasarkan bukti perilaku: aman, jujur, hangat, responsif, konsisten, mau belajar, dan mampu bekerja dalam batas yang jelas. Tidak ada skor atau pemeriksaan tunggal yang menjamin kecocokan; evaluasi perlu berlanjut setelah masa percobaan.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah nanny harus tinggal di rumah pemberi kerja?

Tidak. Ada pengasuh tinggal dalam dan pulang-pergi. Sepakati ruang, privasi, jadwal, istirahat, dan kebutuhan keluarga.

Apakah nanny boleh mengerjakan pekerjaan rumah?

Boleh jika tugasnya disepakati, realistis, dan tidak mengganggu pengawasan anak. Tulis pekerjaan yang termasuk dan tidak termasuk.

Berapa lama masa percobaan yang ideal?

Tidak ada durasi universal. Gunakan periode berbayar yang cukup untuk melihat rutinitas biasa, dengan akses bertahap, indikator perilaku, jadwal evaluasi, dan aturan penghentian yang tertulis.

Mana yang lebih baik, nanny atau daycare?

Tergantung kebutuhan anak dan keluarga. Bandingkan mutu interaksi, keamanan, rutinitas, fleksibilitas, lokasi, biaya, dan rencana cadangan—bukan nama layanan saja.

Sources

[1] https://jdih.kemnaker.go.id/peraturan/detail/589/peraturan-menteri-nomor-2-tahun-2015 — Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 2 Tahun 2015 tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga [2] https://peraturan.bpk.go.id/Details/38723/uu-no-35-tahun-2014 — Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak [3] https://www.who.int/teams/maternal-newborn-child-adolescent-health-and-ageing/child-health/nurturing-care — WHO: Nurturing care for early childhood development [4] https://www.unicef.org/documents/care-child-development — UNICEF: Care for Child Development [5] https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2988/yuk-mengenal-parasetamol — Kementerian Kesehatan RI: Yuk Mengenal Parasetamol [6] https://kemkes.go.id/id/layanan/psc-119 — Kementerian Kesehatan RI: PSC 119 [7] https://laporsapa129.kemenpppa.go.id/ — Kementerian PPPA: SAPA 129

Coba di rumahGratis
Pre-Reading10 menit18 - 21 Bulan

Tunjuk dan Sebut Gambar Emosi Wajah Itu!

Anak menyebut nama emosi pada kartu wajah.

Belum punya app? Langkahnya tetap bisa dibaca di web.
Coba di rumahGratis
Arts & Crafts20-25 menit18 - 21 Bulan

Buat Boneka Jari untuk Cerita Bersama

Anak membuat boneka jari lalu memainkan cerita bersama di satu panggung.

Belum punya app? Langkahnya tetap bisa dibaca di web.
Coba di rumahGratis
Sensory Play15-20 menit12 - 15 Bulan

Lambaikan Selendang Mengikuti Musik

Anak menggerakkan kain mengikuti irama bersama teman.

Belum punya app? Langkahnya tetap bisa dibaca di web.

Pertanyaan yang sering diajukan

Tidak. Ada pengasuh tinggal dalam dan pulang-pergi. Sepakati ruang, privasi, jadwal, istirahat, dan kebutuhan keluarga.

Gratis, tanpa bayar
Pantau tumbuh kembang si kecil di appAktivitas harian sesuai usia, checklist milestone, dan grafik pertumbuhan.
Get it on Google Play
Download on the App Store
Biar si kecil belajar bersama temanCoba sehari di daycare MainStory terdekat: kegiatan penuh, laporan harian ke HP Mama.Cari daycare & coba trial

Baca juga

Cek milestone si kecilGratis di app MainStory
Buka app

Yuk

Daftar ke

MainStory Logo