Orang Tua BekerjaOrang Tua BekerjaIbu menyusui yang memerah ASI di kantor; saran khusus untuk bayi berisiko.

Cara Membersihkan Pompa ASI di Kantor: Rutinitas Aman antar Sesi

TM
Tim MainStory05 Nov 2026 · 7 menit baca
Inti artikel
  • Bersihkan bagian pompa yang bersentuhan dengan ASI setelah setiap sesi dan ikuti manual produsen.
  • Gunakan baskom cuci khusus, bukan bak cuci bersama; bilas dan keringkan komponen sepenuhnya sebelum disimpan.
  • Tisu khusus dapat membantu saat jauh dari rumah, tetapi bukan pengganti pencucian bagian yang terkena ASI.
  • Jangan menganggap penyimpanan komponen bekas di kulkas sebagai alternatif pencucian yang sudah terbukti aman.
  • Tanyakan kepada tenaga kesehatan tentang rutinitas yang sesuai bila bayi prematur, di bawah dua bulan, atau memiliki kondisi kesehatan.

Cara Membersihkan Pompa ASI di Kantor: Rutinitas Aman antar Sesi

Memerah ASI di tempat kerja lebih mudah dijalani bila ada alur yang jelas untuk menjaga kebersihan pompa, menyimpan ASI, dan membawa pulang bagian yang sudah dipakai. Kementerian Kesehatan RI menyebut ASI perah sebagai salah satu cara ibu yang kembali bekerja dapat melanjutkan pemberian ASI.[3] Bagian pompa yang terkena ASI perlu dibersihkan setelah setiap penggunaan; panduan CDC dan FDA menekankan hal ini untuk membantu mengurangi paparan kuman.[1][4]

Panduan ini membantu menyiapkan rutinitas di kantor, bukan menggantikan petunjuk produsen pompa, kebijakan ruang laktasi, atau saran tenaga kesehatan. Detail kebersihan dan penyimpanan susu dapat berbeda menurut alat dan kondisi bayi; tanyakan bila bayi lahir prematur, berusia di bawah dua bulan, atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.[1]

Siapkan perlengkapan sebelum berangkat

Simpan perlengkapan bersih dan bekas secara terpisah. Sebelum digunakan, pompa dan bagian-bagiannya harus bersih serta kering; setelah kering, simpan di tempat bersih dan terlindung, misalnya kantong penyimpanan bersih yang tertutup.[1][4]

Untuk memudahkan sesi di kantor, siapkan:

  • set pompa yang sudah dicuci dan dikeringkan sempurna;
  • set tambahan yang bersih, bila waktu atau fasilitas cuci di kantor belum pasti;
  • baskom cuci bersih yang khusus untuk perlengkapan makan bayi, sabun cuci piring cair, serta sikat khusus hanya jika petunjuk produsen membolehkan;
  • tisu disinfektan untuk tombol dan permukaan pompa bersama;
  • kantong bersih tertutup untuk memisahkan komponen yang sudah dipakai;
  • wadah ASI bersih, label, dan sarana pendingin sesuai rencana penyimpanan keluarga.

CDC menganjurkan bagian pompa dikeringkan sepenuhnya sebelum disimpan, sementara FDA meminta pengguna mengikuti petunjuk produsen untuk menentukan komponen yang boleh dicuci atau masuk mesin pencuci piring.[1][4] Set tambahan adalah opsi praktis agar komponen bekas tidak dipakai ulang sebelum sempat dicuci—bukan kewajiban atau standar resmi.[1]

Sebelum memerah di kantor

  1. Cuci tangan. Gunakan sabun dan air mengalir; CDC menyarankan mencuci tangan selama 20 detik sebelum menggunakan pompa.[1] Kementerian Kesehatan RI juga mengingatkan ibu untuk mencuci tangan sebelum memerah ASI.[2]
  2. Periksa dan rakit set bersih. Pastikan bagian yang akan menyentuh ASI bersih, kering, tidak retak atau rusak, dan dirakit sesuai petunjuk alat.[1][4]
  3. Bersihkan area pompa bersama. Bila menggunakan pompa bersama, lap tombol, sakelar daya, dan permukaan meja dengan tisu disinfektan sebelum dan sesudah sesi.[1][5] Ikuti label pemakaian tisu; jangan merendam unit listrik atau motor pompa dalam air.[4]

Setelah setiap sesi: bersihkan komponen satu per satu

  1. Amankan ASI lebih dulu. Tutup wadah atau segel kantong, beri label tanggal dan waktu, lalu segera dinginkan sesuai panduan penyimpanan yang berlaku untuk keluarga.[1] Artikel ini tidak menetapkan batas waktu simpan.
  2. Bersihkan area kerja. Lap kembali tombol dan permukaan yang dipakai bersama.[1][5]
  3. Bongkar dan pisahkan komponen. Lepaskan bagian yang bersentuhan dengan payudara atau ASI—misalnya corong, katup, membran, konektor, dan botol penampung—mengikuti panduan produsen.[1][4]
  4. Bilas sisa ASI. Pegang komponen di bawah air mengalir; CDC menyarankan agar komponen tidak diletakkan langsung di dalam bak cuci.[5]
  5. Cuci dalam baskom khusus. Isi baskom bersih khusus perlengkapan bayi dengan air dan sabun cuci piring. Cuci tiap komponen mengikuti petunjuk produsen; gunakan sikat khusus hanya bila aman untuk bagian tersebut.[4][5]
  6. Bilas, lalu keringkan dengan udara. Bilas sampai bersih, kemudian letakkan komponen di rak bersih atau tisu sekali pakai di area terlindung dan biarkan kering sepenuhnya. Jangan menggosok atau menepuknya dengan lap kain.[4]
  7. Simpan setelah benar-benar kering. Masukkan komponen kering ke kantong bersih tertutup agar tidak bercampur dengan set yang sudah dipakai.[1]

Baskom dan sikat yang dipakai untuk mencuci juga perlu dibilas dan dikeringkan setelah digunakan. CDC menyarankan keduanya dicuci setidaknya setiap beberapa hari.[1][5]

Jika fasilitas kantor terbatas

Tanyakan apakah ruang laktasi menyediakan wastafel dan tempat bersih untuk mengeringkan perlengkapan. Bila tidak ada tempat yang sesuai, membawa set pompa bersih tambahan dapat membantu menjaga alur: gunakan satu set untuk satu sesi, pisahkan set bekas dalam kantong tertutup, lalu cuci sesuai petunjuk sebelum menggunakannya kembali.[1][5] Ini saran perencanaan, bukan pengganti panduan kebersihan.

Tisu khusus pompa dapat membantu membersihkan permukaan saat jauh dari rumah, tetapi FDA tetap menganjurkan bagian yang bersentuhan dengan ASI dicuci dengan sabun cuci piring cair dan air hangat sebelum digunakan kembali.[4] Jangan menganggap tisu tersebut sebagai pengganti pencucian.[4]

Menyimpan bagian pompa di kulkas di antara sesi kadang dipakai sebagai langkah sementara bila mencuci langsung tidak memungkinkan.[1] Namun, CDC menyatakan bahwa pendinginan tidak menghentikan pertumbuhan bakteri dan belum ada penelitian yang memastikan cara tersebut aman sebagai pengganti pencucian setelah setiap sesi.[1] Untuk bayi di bawah dua bulan, lahir prematur, atau memiliki daya tahan tubuh lemah, CDC menekankan pentingnya membersihkan komponen dengan benar setelah setiap penggunaan.[1] Jika kondisi ini berlaku atau kantor tidak memungkinkan pembersihan yang memadai, minta saran tenaga kesehatan tentang rencana yang sesuai.

Perlu disanitasi setiap hari?

Sanitasi adalah langkah tambahan setelah komponen dibersihkan, bukan pengganti mencuci; CDC menyarankan sanitasi setidaknya sekali sehari untuk perlindungan ekstra, terutama bila bayi berusia di bawah dua bulan, lahir prematur, atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.[1] Untuk bayi lebih besar dan sehat, sanitasi harian mungkin tidak diperlukan bila komponen dicuci dengan cermat setiap kali; ikuti petunjuk produsen karena tidak semua bagian aman direbus atau dipanaskan dengan cara yang sama.[1][4]

Bagaimana dengan selang pompa?

Selang biasanya tidak perlu dicuci bila digunakan dengan benar dan tidak terkena ASI. Jika ASI atau jamur terlihat di dalam selang, CDC menyarankan selang diganti; bila hanya ada tetesan air setelah memompa, jalankan pompa beberapa menit sampai selang kering.[1][4] Periksa juga petunjuk produsen untuk jenis pompa yang digunakan.[4]

Checklist singkat di kantor

  • Cuci tangan sebelum merakit pompa.[1][2]
  • Pastikan komponen bersih, kering, dan terpasang sesuai petunjuk.[1][4]
  • Lap permukaan dan tombol pompa bersama.[1][5]
  • Tutup dan labeli ASI; dinginkan sesuai rencana penyimpanan keluarga.[1]
  • Bongkar, bilas, dan cuci bagian yang bersentuhan dengan ASI.[1][4][5]
  • Keringkan sepenuhnya dan pisahkan dari komponen bekas.[1][4]
  • Bawa pulang bagian yang belum sempat dicuci; jangan menganggap pendinginan sebagai pengganti pencucian yang sudah terbukti aman.[1]

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah tisu pembersih pompa cukup untuk menggantikan pencucian?

Tidak. FDA menyebut tisu khusus pompa dapat praktis saat jauh dari rumah, tetapi bagian yang bersentuhan dengan ASI tetap perlu dicuci dengan sabun cuci piring cair dan air hangat sebelum digunakan kembali.[4]

Bolehkah komponen pompa disimpan di kulkas di antara sesi?

CDC menyebut pendinginan sementara dapat memperlambat pertumbuhan bakteri, tetapi tidak menghentikannya dan belum terbukti sebagai pengganti pencucian setelah setiap penggunaan. Bersihkan komponen dengan benar setiap kali, terutama untuk bayi di bawah dua bulan, lahir prematur, atau memiliki daya tahan tubuh lemah.[1]

Apakah selang harus dicuci setelah setiap sesi?

Tidak selalu. CDC dan FDA menyatakan selang biasanya tidak perlu dicuci bila tidak terkena ASI; jika ASI atau jamur masuk ke dalamnya, ikuti saran produsen dan ganti selang yang berjamur.[1][4]

Apa yang perlu dilakukan jika tidak ada wastafel khusus di kantor?

Bila memungkinkan, gunakan set bersih tambahan dan pisahkan komponen bekas sampai dapat dicuci dengan benar.[1][5] Tanyakan kepada pengelola ruang laktasi tentang fasilitas yang tersedia; jika bayi memiliki faktor risiko kesehatan, mintalah saran tenaga kesehatan sebelum memilih metode sementara.[1]

Kapan perlu meminta saran tambahan?

Hubungi dokter anak atau tenaga kesehatan yang menangani bayi bila bayi lahir prematur, berusia di bawah dua bulan, memiliki kondisi yang memengaruhi daya tahan tubuh, atau keluarga kesulitan menemukan cara membersihkan pompa yang dapat dijalankan setiap sesi.[1]

Sources

[1] https://www.cdc.gov/hygiene/about/about-breast-pump-hygiene.html — How to Clean and Sanitize Breast Pumps | CDC [2] https://ayosehat.kemkes.go.id/asi-eksklusif-6-bulan — ASI Eksklusif 6 Bulan | Kementerian Kesehatan RI [3] https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/426/ibu-bekerja-juga-bisa-asi-eksklusif — Ibu Bekerja Juga Bisa ASI Eksklusif | Kementerian Kesehatan RI [4] https://www.fda.gov/medical-devices/breast-pumps/cleaning-breast-pump — Cleaning a Breast Pump | FDA [5] https://www.cdc.gov/hygiene/pdf/breastpumpkit-clean-508.pdf — How to Keep Your Breast Pump Kit Clean | CDC

Kapan perlu konsultasi

  • Hubungi dokter anak atau tenaga kesehatan yang menangani bayi bila bayi lahir prematur, berusia di bawah dua bulan, memiliki kondisi yang memengaruhi daya tahan tubuh, atau keluarga kesulitan menemukan cara membersihkan pompa yang dapat dijalankan setiap sesi.

Tanda di atas bukan diagnosis. Ini sinyal untuk ngobrol dengan tenaga profesional supaya si kecil dapat dukungan lebih awal.

Pertanyaan yang sering diajukan

Tidak. FDA menyebut tisu khusus pompa dapat praktis saat jauh dari rumah, tetapi bagian yang bersentuhan dengan ASI tetap perlu dicuci dengan sabun cuci piring cair dan air hangat sebelum digunakan kembali.[4]

Gratis, tanpa bayar
Pantau tumbuh kembang si kecil di appAktivitas harian sesuai usia, checklist milestone, dan grafik pertumbuhan.
Get it on Google Play
Download on the App Store
Biar si kecil belajar bersama temanCoba sehari di daycare MainStory terdekat: kegiatan penuh, laporan harian ke HP Mama.Cari daycare & coba trial

Baca juga

Yuk

Daftar ke

MainStory Logo