Keselamatan AnakKeselamatan AnakAnak usia prasekolah hingga remaja yang bersepeda; ukuran helm mengikuti lingkar kepala dan kecocokan individual

Cara Memilih Helm Sepeda Anak: Ukuran, Fit, dan Kebiasaan Pakai

TM
Tim MainStory29 Okt 2026 · 6 menit baca
Inti artikel
  • Ukur lingkar kepala di atas alis dan telinga lalu cocokkan dengan tabel produsen; jangan beli helm untuk dipakai nanti setelah anak tumbuh.
  • Pastikan helm rata, menutup dahi, tidak bergeser, dan tali membentuk V di bawah telinga dengan gesper pas di bawah dagu.
  • Cek label/petunjuk produsen bahwa helm ditujukan untuk bersepeda; artikel ini tidak memverifikasi sertifikasi atau kepatuhan produk merek tertentu di Indonesia.
  • Periksa retak, bagian hilang, tali, dan gesper; hentikan pemakaian helm rusak atau yang mengalami benturan kecelakaan sesuai panduan CDC.
  • Biasakan semua anggota keluarga bersepeda memakai helm setiap perjalanan; helm membantu mengurangi risiko tetapi tidak menjamin bebas cedera.

Cara Memilih Helm Sepeda Anak: Ukuran, Fit, dan Kebiasaan Pakai

Helm yang menarik belum tentu pas di kepala anak. Saat memilih helm sepeda, utamakan ukuran yang cocok sekarang, posisi yang rata, tali yang dapat disetel dengan benar, dan helm yang memang ditujukan untuk bersepeda.[1][2][3]

Panduan ini membantu orang tua mengukur, mencoba, memeriksa, dan merawat helm. Artikel ini merangkum sumber publik; tidak membandingkan merek atau memuat hasil uji produk Mainstory. Helm dapat membantu mengurangi risiko cedera kepala, tetapi tidak membuat bersepeda bebas risiko atau mencegah semua gegar otak.[2][4]

1. Ukur lingkar kepala, lalu gunakan tabel merek

Ukur lingkar kepala anak dengan pita ukur lunak, melingkari kepala sedikit di atas alis dan telinga; jaga pita tetap rata dari depan ke belakang.[2] Catat hasilnya, lalu cocokkan dengan tabel ukuran dari produsen helm yang sedang dipertimbangkan. Ukuran S atau M tidak selalu sama antar-merek, jadi jangan memilih hanya berdasarkan label usia atau ukuran yang biasa dipakai anak.[2]

Bila memungkinkan, ajak anak mencoba helm langsung. Pastikan ia dapat melihat lurus ke depan dan ke samping, serta helm terasa pas tanpa menekan atau menyisakan celah besar.[2] Coba dengan gaya rambut yang biasanya dipakai saat bersepeda karena rambut dapat memengaruhi kecocokan.[2]

Jangan membeli helm yang kebesaran agar bisa dipakai “nanti kalau sudah besar”. Helm perlu pas sekarang; NHTSA secara khusus menyarankan agar helm tidak dibeli untuk ditunggu sampai anak tumbuh.[3]

2. Cek posisi helm dari depan dan samping

Pasang helm mendatar, tidak miring atau terdorong ke belakang. AAP menyarankan bagian depan menutup dahi; anak seharusnya dapat melihat tepi helm saat melirik ke atas.[1] Petunjuk NHTSA menggunakan patokan dua jari di atas alis untuk memeriksa posisi tepi depan.[3]

Lihat dari depan dan pastikan helm tidak terlalu tinggi atau menutupi mata. Lalu minta anak menggeleng perlahan dan dorong helm dengan lembut ke depan-belakang serta kanan-kiri. Helm yang terpasang baik tidak mudah bergeser atau melorot ke mata.[1][2]

3. Atur tali dan gesper

Atur pembagi tali di sisi kepala agar kedua tali membentuk huruf V di bawah dan sedikit di depan telinga.[3] Kencangkan gesper di bawah dagu. NHTSA menggunakan patokan dua jari di antara tali dan dagu: tali terasa pas, bukan longgar atau menekan.[3]

Sebagai pemeriksaan tambahan, minta anak membuka mulut lebar seperti menguap. Menurut CDC, helm seharusnya tertarik turun di kepala; bila tidak, tali dagu mungkin perlu dikencangkan.[2] Setelah tali terpasang, helm tidak seharusnya bergerak bebas ke arah mana pun.[2]

Jika tali tetap tidak bisa diatur dengan baik, bantalan bawaan tidak mengisi celah, atau helm terasa sakit, coba ukuran atau model lain. Jangan mengganjal helm dengan aksesori yang tidak disetujui produsen; ikuti petunjuk penyesuaian yang disertakan bersama produk.[2]

4. Pilih helm untuk aktivitas yang benar

Pastikan label dan petunjuk produsen menyebut penggunaan untuk bersepeda. Jenis helm berbeda dirancang untuk kondisi benturan yang berbeda, sehingga helm untuk aktivitas lain belum tentu memberi perlindungan yang sesuai saat bersepeda.[1]

Panduan AAP membahas standar keselamatan CPSC Amerika Serikat.[1] Itu menjelaskan konteks sumber yang dikutip, bukan sertifikasi atau kepatuhan produk yang dijual di Indonesia. Artikel ini tidak menetapkan standar atau tanda sertifikasi lokal dan tidak menilai kepatuhan helm merek tertentu. Untuk model yang sedang dipertimbangkan, minta produsen atau distributor resmi menjelaskan tujuan penggunaan dan dokumentasi produk; jangan menyimpulkan kepatuhan dari nama merek, harga, atau judul toko. Pemeriksaan standar/penandaan lokal oleh editor tetap menjadi syarat sebelum publikasi; saat ini naskah tidak membuat klaim kepatuhan lokal.

5. Biasakan dipakai setiap kali bersepeda

Jadikan helm bagian dari rutinitas sebelum anak naik sepeda: orang dewasa memakai helm juga, lalu bantu anak memasang dan mengecek posisinya. CDC menganjurkan helm sepeda yang terpasang pas dipakai setiap kali bersepeda.[4] AAP menyarankan orang tua memberi contoh dengan ikut memakai helm.[1]

Biarkan anak ikut memilih warna atau desain dari beberapa pilihan yang sudah lolos pemeriksaan ukuran dan penggunaan. AAP menyarankan melibatkan anak saat memilih agar helm terasa lebih menarik untuk dipakai.[1] Tetap lakukan pengecekan pasang oleh orang dewasa, sekalipun anak sudah dapat memakai helm sendiri.[1]

6. Periksa helm dan ketahui kapan harus berhenti memakainya

Sebelum bersepeda, lihat apakah ada retak, bagian yang lepas, bantalan hilang, tali rusak, atau gesper yang tidak mengunci. CDC menyarankan helm yang retak/rusak atau kehilangan bagian tidak digunakan; helm yang mengalami benturan dalam kecelakaan juga perlu diganti.[2] Kerusakan pada bahan dalam helm bisa saja tidak tampak dari luar.[2]

Simpan dan bersihkan helm mengikuti petunjuk produsen. Hindari mengecat atau menempelkan stiker sebelum memeriksa apakah produsen mengizinkannya, karena hiasan dapat memengaruhi keamanan helm.[2] Catat model dan tanggal produksi agar keluarga dapat mengecek pemberitahuan penarikan produk melalui produsen atau distributor.

Checklist singkat sebelum berangkat

  • Ukuran sesuai lingkar kepala anak dan tabel produsen.[2]
  • Helm rata, menutup dahi, dan tidak menutupi pandangan.[1][3]
  • Helm tidak bergeser saat anak menggeleng pelan.[1][2]
  • Tali membentuk V di bawah telinga; gesper terpasang dan tali pas di bawah dagu.[2][3]
  • Helm ditujukan untuk bersepeda dan tidak retak atau kehilangan bagian.[1][2]
  • Anak dan orang dewasa yang bersepeda memakai helm pada setiap perjalanan.[1][4]

Kapan meminta bantuan

Jika ukuran pada tabel merek tidak menghasilkan helm yang stabil, tali atau gesper tidak dapat disetel, atau tidak jelas apakah produk memang untuk bersepeda, jangan mengandalkan tebakan. Tanyakan kepada layanan resmi produsen atau distributor tentang ukuran, kecocokan model, dan dokumentasi produk yang menunjukkan tujuan penggunaannya. Jika helm mengalami benturan atau terlihat rusak, hentikan pemakaian dan ikuti petunjuk penggantian dari produsen.[2]

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Bagaimana cara mengetahui ukuran helm sepeda anak?

Ukur lingkar kepala sedikit di atas alis dan telinga, lalu cocokkan dengan tabel ukuran merek. Karena ukuran dapat berbeda antar-merek, hasil ukur dan uji coba lebih berguna daripada hanya mengandalkan label usia.[2]

Seberapa rapat tali helm anak?

Tali dagu harus pas, tidak longgar atau menekan. Patokan NHTSA adalah dua jari di antara tali yang sudah terkunci dan dagu; geser pembagi sisi agar tali membentuk V di bawah telinga.[3]

Bolehkah membeli helm yang sedikit kebesaran?

Jangan memilih helm untuk dipakai setelah anak tumbuh. Helm harus pas saat digunakan; periksa ukuran dan tabel produsen sekarang.[2][3]

Apakah helm melindungi anak dari semua cedera kepala?

Tidak. CDC menyatakan tidak ada helm yang dapat mencegah semua gegar otak, meski helm sepeda dapat membantu melindungi dari cedera kepala serius.[2] Tetap dampingi anak dan pilih tempat bersepeda yang sesuai kemampuan serta kondisi sekitar.

Kapan helm sepeda harus diganti?

Hentikan pemakaian dan ganti helm jika rusak atau pernah mengalami benturan dalam kecelakaan; kerusakan lapisan pelindung bisa tidak terlihat dari luar.[2] Untuk kondisi lain, ikuti petunjuk produsen helm tersebut.

Sources

[1] https://healthychildren.org/English/safety-prevention/at-play/Pages/bicycle-helmets-what-every-parent-should-know.aspx — American Academy of Pediatrics — Bike Helmets for Kids: Parent FAQs [2] https://www.cdc.gov/heads-up/media/pdfs/helmets/HeadsUp_HelmetFactSheet_Bike_508.pdf — CDC — Bike Helmet Fact Sheet [3] https://www.nhtsa.gov/sites/nhtsa.gov/files/2024-07/bike-safety-fitting-helmet.pdf — NHTSA — Fitting a Bicycle Helmet [4] https://www.cdc.gov/pedestrian-bike-safety/about/bicycle-safety.html — CDC — Bicycle Safety

Coba di rumahGratis
Gross Motor Skills10 menit48 - 51 Bulan

Mencari Perlengkapan Bersepeda

Belum punya app? Langkahnya tetap bisa dibaca di web.

Pertanyaan yang sering diajukan

Ukur lingkar kepala sedikit di atas alis dan telinga, lalu cocokkan dengan tabel ukuran merek. Karena ukuran dapat berbeda antar-merek, hasil ukur dan uji coba lebih berguna daripada hanya mengandalkan label usia.[2]

Gratis, tanpa bayar
Pantau tumbuh kembang si kecil di appAktivitas harian sesuai usia, checklist milestone, dan grafik pertumbuhan.
Get it on Google Play
Download on the App Store
Biar si kecil belajar bersama temanCoba sehari di daycare MainStory terdekat: kegiatan penuh, laporan harian ke HP Mama.Cari daycare & coba trial

Baca juga

Cek milestone si kecilGratis di app MainStory
Buka app

Yuk

Daftar ke

MainStory Logo