Pendidikan AnakPendidikan AnakAnak prasekolah hingga usia sekolah dasar; sesuaikan dengan pemahaman dan minat anak.

Cara Mengajarkan Anak Menabung: Tujuan Kecil, Pilihan, dan Kebiasaan Rutin

TM
Tim MainStory29 Okt 2026 · 6 menit baca
Inti artikel
  • Mulai dari percakapan sehari-hari tentang fungsi uang, kebutuhan, keinginan, dan menabung.
  • Pilih tujuan kecil bersama dan gunakan wadah atau catatan sederhana sebagai alat bantu.
  • Sepakati bagian uang yang boleh disimpan tanpa mewajibkan jumlah atau persentase tertentu.
  • Gunakan lembar kesepakatan sederhana untuk menetapkan tujuan, batas uang yang dikelola, dan waktu meninjau kembali.
  • Periksa kemajuan sebagai percakapan, bukan ujian; anak tidak harus menabung setiap hari.

Cara Mengajarkan Anak Menabung: Tujuan Kecil, Pilihan, dan Kebiasaan Rutin

Menabung bisa dikenalkan sebagai cara menyimpan sebagian uang untuk dipakai nanti—bukan sebagai larangan untuk menikmati sesuatu atau tuntutan agar anak mengumpulkan sebanyak mungkin. Panduan literasi keuangan anak usia dini dari OJK menyarankan pengenalan fungsi uang, perbedaan kebutuhan dan keinginan, menabung, serta berbagi dengan bahasa dan kegiatan yang sesuai tahap anak.[4] Untuk anak usia sekolah, CFPB juga menyarankan membuat tujuan tabungan yang jelas dan menyusun langkah untuk mencapainya.[8]

Berikut cara memulai dengan percakapan dan latihan sederhana. Sesuaikan dengan usia, minat, dan keadaan keluarga; tidak ada nominal atau persentase tabungan yang wajib untuk semua anak.

1. Mulai dari percakapan sehari-hari tentang uang

Saat berbelanja atau merencanakan kegiatan, ceritakan secara sederhana bahwa uang digunakan untuk memenuhi kebutuhan, membeli hal yang diinginkan, disimpan untuk nanti, atau dibagikan. Ajak anak membedakan contoh yang dekat dengannya tanpa memberi label bahwa keinginan itu buruk. Kaitkan percakapan dengan pengalaman sehari-hari, sesuai pendekatan literasi keuangan dasar dalam panduan OJK untuk anak usia dini.[4]

Untuk anak prasekolah, gunakan benda atau gambar dan kalimat singkat. Untuk anak yang lebih besar, ajak membandingkan pilihan: “Kita punya pilihan A atau B. Kalau memilih A sekarang, apa yang perlu kita tunda?” Tidak perlu mengungkapkan rincian keuangan keluarga yang membuat anak cemas.

2. Biarkan anak memilih satu tujuan kecil

Tanyakan apa yang ingin ia beli atau lakukan dalam waktu dekat. Pilih tujuan yang aman, realistis, dan sesuai kesepakatan keluarga—misalnya buku, perlengkapan menggambar, atau kegiatan bersama. Pastikan anak memahami bahwa orang tua tetap menentukan batas belanja keluarga; tujuan menabung bukan janji bahwa semua keinginan akan dibelikan.

Buat tujuan itu konkret: gambarkan benda atau tulis namanya, lalu bicarakan perkiraan biaya dengan angka yang mudah dipahami anak. Tujuan yang jelas membantu anak menghubungkan uang yang disisihkan dengan sesuatu yang sedang direncanakan.[8]

3. Pilih cara menyimpan yang mudah dilihat

Untuk awal, keluarga dapat memakai celengan atau wadah khusus yang aman, lalu menandainya dengan gambar tujuan. Anak dapat memasukkan uang bersama orang dewasa dan melihat perubahan isinya.

Anak yang lebih besar mungkin lebih suka catatan sederhana: gambar beberapa kotak, lalu warnai satu kotak setiap kali ada tambahan. Ini hanya alat bantu keluarga, bukan kewajiban untuk mencatat semua uang yang dimiliki anak.

4. Sepakati sumber dan jumlah tanpa memaksa

Jika anak menerima uang saku atau hadiah yang memang boleh ia kelola, sepakati bersama apakah sebagian kecil akan disimpan. Tidak semua uang harus ditabung: anak juga perlu belajar membuat pilihan, menggunakan sebagian sesuai batas keluarga, dan memahami bahwa keputusan bisa berbeda-beda. Jumlahnya boleh berubah mengikuti kesempatan dan kondisi keluarga; jangan membandingkannya dengan tabungan saudara atau teman.

Hindari menjadikan menabung sebagai hukuman, syarat untuk mendapat kasih sayang, atau bukti bahwa anak “hemat” atau “boros”. Jangan menetapkan persentase universal. Fokusnya adalah latihan merencanakan dan memilih, bukan besarnya saldo.

5. Periksa kemajuan bersama, bukan menguji

Sesekali lihat wadah atau catatan bersama. Tanyakan, “Menurutmu, apa yang sudah berubah?” atau “Apa langkah kecil berikutnya?” Jika tujuan terasa terlalu jauh, anak boleh memilih tujuan lain setelah berdiskusi. Jika ia memakai sebagian uang untuk pilihan yang sudah disepakati, bahas apa yang dipelajari tanpa mempermalukan atau mengambil alih keputusan.

Contoh latihan satu minggu:

  • Hari pertama: pilih satu tujuan dan gambar atau tulis namanya.
  • Hari kedua: siapkan celengan atau lembar gambar sederhana.
  • Hari berikutnya: bila ada uang yang memang boleh disimpan, masukkan bersama-sama.
  • Akhir minggu: lihat perkembangan dan tanyakan apakah tujuan masih terasa cocok.

Ini contoh kegiatan keluarga, bukan jadwal atau hasil yang dijamin. Anak tidak harus menabung setiap hari agar belajar tentang uang.

6. Lembar kesepakatan keluarga (contoh)

Gunakan format singkat ini sebagai alat bantu yang dapat diisi bersama. Ini contoh praktis untuk percakapan keluarga, bukan data penelitian, rekomendasi nominal, atau aturan yang wajib diikuti.

  • Tujuan yang dipilih anak: ____________________
  • Uang yang memang boleh ia kelola: ____________________
  • Bagian yang disepakati untuk disimpan (jika ada): ____________________
  • Cara memantau kemajuan: celengan / gambar / catatan sederhana
  • Waktu untuk membahas lagi: ____________________
  • Jika tujuan berubah: bicarakan pilihan baru bersama

7. Sesuaikan cara dengan tahap anak

  • Anak prasekolah: utamakan mengenali fungsi uang, memilih antara dua hal sederhana, dan melakukan kegiatan menyimpan bersama orang dewasa. Jaga percakapan singkat dan menyenangkan.[4]
  • Anak usia sekolah: ajak menyebut tujuan, memperkirakan langkah, serta memantau perkembangan tabungan dengan gambar atau catatan sederhana.[8]

Tahap ini bukan daftar kemampuan yang harus dikuasai pada usia tertentu. Ikuti minat dan pemahaman anak, bukan perbandingan dengan anak lain.

Jika anak berubah pikiran atau belum mau menabung

Dengarkan alasannya dulu. Mungkin tujuannya sudah tidak menarik, terasa terlalu jauh, atau ia lebih memilih menggunakan uang yang tersedia untuk hal lain yang telah diizinkan. Jangan mengambil uang sebagai hukuman atau mengubah aturan secara mendadak; jika uang perlu disimpan demi keamanan, jelaskan alasannya dan lakukan secara proporsional.

Bila anak belum memiliki uang sendiri, orang tua tetap dapat mengenalkan konsepnya lewat permainan peran, gambar, atau percakapan saat keluarga merencanakan pembelian. Latihan ini tidak mensyaratkan uang saku.

Ringkasnya

Cara mengajarkan anak menabung dimulai dari percakapan yang dekat dengan keseharian, tujuan yang dipilih bersama, alat simpan sederhana, dan tinjauan rutin tanpa tekanan. Biarkan anak berlatih membuat keputusan kecil di dalam batas yang jelas. Tidak ada nominal, rasio, atau tenggat yang wajib untuk semua keluarga.

FAQ

Anak umur berapa mulai belajar menabung?

Tidak ada satu usia yang berlaku untuk semua anak. Anak prasekolah dapat mulai mengenal fungsi uang dan kegiatan menyimpan secara sederhana; anak yang lebih besar dapat dilibatkan dalam tujuan serta pencatatan. Sesuaikan dengan pemahaman dan minatnya.[4][8]

Apakah anak perlu menabung semua uang sakunya?

Tidak. Bila anak memiliki uang saku atau hadiah yang memang boleh ia kelola, keluarga dapat menyepakati bagian yang nyaman untuk disimpan. Tidak ada persentase wajib.

Bagaimana jika anak mengambil uang dari celengan?

Tanyakan apa yang terjadi dan bahas kembali tujuan serta aturan penggunaan uang. Jangan menjadikan pengambilan uang sebagai alasan untuk mempermalukan atau menghukum anak; bila perlu disimpan demi keamanan, jelaskan alasannya dan lakukan secara proporsional.

Apakah harus membuka rekening tabungan untuk anak?

Tidak harus untuk mulai belajar. Keluarga dapat menggunakan cara sederhana seperti wadah atau catatan. Jika mempertimbangkan rekening atau produk keuangan, orang tua perlu memeriksa syarat, biaya, risiko, akses, dan perlindungan yang berlaku sebelum mengambil keputusan; artikel ini bukan rekomendasi produk.[2]

Sources

[2] https://ojk.go.id/id/kanal/edukasi-dan-perlindungan-konsumen/Pages/Literasi-Keuangan.aspx — OJK: Edukasi Keuangan [4] https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Download/506 — OJK: Menumbuhkan Kecakapan Literasi Keuangan pada Anak Usia Dini [8] https://consumerfinance.gov/consumer-tools/money-as-you-grow/school-age-children-preteens/explore-saving — CFPB: School-age children and saving

Coba di rumahGratis
Simple Math35-45 menit48 - 51 Bulan

Bermain Jual Beli dengan Uang Mainan

Anak menukar uang mainan sesuai harga yang tertera.

Belum punya app? Langkahnya tetap bisa dibaca di web.

Pertanyaan yang sering diajukan

Tidak ada satu usia yang berlaku untuk semua anak. Anak prasekolah dapat mulai mengenal fungsi uang dan kegiatan menyimpan secara sederhana; anak yang lebih besar dapat dilibatkan dalam tujuan serta pencatatan. Sesuaikan dengan pemahaman dan minatnya.

Gratis, tanpa bayar
Pantau tumbuh kembang si kecil di appAktivitas harian sesuai usia, checklist milestone, dan grafik pertumbuhan.
Get it on Google Play
Download on the App Store
Biar si kecil belajar bersama temanCoba sehari di daycare MainStory terdekat: kegiatan penuh, laporan harian ke HP Mama.Cari daycare & coba trial

Baca juga

Cek milestone si kecilGratis di app MainStory
Buka app

Yuk

Daftar ke

MainStory Logo